10 Kapal Nelayan di Pantai Katewel Hancur Diterjang Gelombang Pasang

0
2503

Tambolaka — Sepuluh buah kapal penangkap ikan milik kelompok nelayan pesisir pantai Katewel rusak berat setelah diterjang badai pasang air laut yang disertai banjir akibat hujan pada Rabu, (13/01/2018).

Haji Idris menyebutkan kejadian pasang terjadi sekitar jam 12.00 malam saat dimana sedang terjadi hujan lebat.

Menurutnya, gelombang pasang yang datang kemudian menggulung sepuluh perahu yang sedang ditambatkan di tanggul pantai hingga ke muara sungai yang mengakibatkan bodi kapal dan peralatan tangkap kesepuluh kapal tersebut rusak dan tidak bisa digunakan.

“Ada sepuluh perahu pukat cincin untuk cari ikan, yang empat tidak bisa lagi dipakai sama sekali karena sudah tenggelam dimuara, sedangkan yang enam sudah ditarik dalam kondisi rusak parah bodinya dan pukat penangkap ikan juga rusak semua sehingga tidak bisa digunakan lagi.” Jelas Haji Idris yang juga sebagai ketua salah satu kelompok nelayan.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Idris bahwa ada sepuluh kelompok nelayan yang menjadi pemilik kesepuluh kapal tersebut dengan anggota setiap kelompok enam hingga tujuh orang yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dengan melaut.

Baca Juga :  Layak, Wanita Ini Mewakili Sumba Di Senayan

Kepala BPBD SBD, John tende dalam keterangannya saat menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada para nelayan yang menjadi korban bencana mengatakan, sebagai bentuk tanggap darurat akibat musibah yang terjadi BPBD menyalurkan bantuan tanggup darurat berupa beras, gula, kopi dan alat dapur untuk penanganan awal.

“tentunya dengan rusaknya kapal mereka, para nelayan belum bisa turun laut mencari ikan, sementara terkait kapal dan peralatan tangkap yang rusak, saya harap korban membuat laporan dan surat permohonan bantuan bencana yang nantinya ditujukan kepada bapak Bupati guna ditindaklanjuti lewat Dinas Perikanan. Nanti kita akan diskusikan bersama,” ungkapnya.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Ratu Wulla Talu yang juga turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan bahwa FPRB akan memfasilitasi para nelayan agar bisa mendapatkan respon pemerintah sehingga musibah yang menimpa para nelayan bisa ditangani dengan baik.

“Kita akan fasilitasi dengan pemerintah dan kita akan cari jaringan diluar yang dapat menanggulangi kejadian ini, dan juga kedepannya kita akan mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang akan membantu pertumbuhan ekonomi para nelayan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ikalsabda Jakarta Bantu Bahan Bangunan untuk Warga SBD

Ratu Wulla Talu juga meminta agar tidak ada lagi penambangan pasir secra ilegal yang terjadi di sepanjang pesisir katewel yang menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai dan pasang air laut karena sangat merugikan masyarakat nelayan di Katewel.

“Stop penambangan pasir ilegal di Katewel, masyarakat katewel harus menyadari dampak dari penambangan ilegal ini,” tegasnya. (red/qi)

Comments

comments