Anggota DPR RI Komisi IX Hadiri Sosialisasi KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Kabupaten SBD

0
269

Tambolaka – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama mitra kerja Komisi IX DPR – RI menggelar kegiatan sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana tahun 2020 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tepatnya di GKS Mondo Mia, Desa Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten SBD, Senin (16/3/2020).

Sosialisasi itu dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, Kepala Perwakilan BKKBN Nusa Tenggara Timur Marius Mau Kuru, SE, M.Ph, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Daud L. Umbu Moto, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten SBD, Markus Dairo Talu, SH, Camat Wewewa Timur Timotius B. Lero, Kepala Desa Mareda Kalada, Dappa Tuli, serta sebanyak 250 warga Mareda Kalada.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Daud L. Umbu Moto mengajak masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam mengikuti program KB, terlebih ada banyak pilihan yang bisa diambil oleh masyarakat. Untuk pria, ada dua jenis metode KB yang bisa dipilih yaitu menggunakan kondom dan MOP atau Metode Operasi Pria. Sementara untuk perempuan, mereka bisa memilih lima jenis KB, mulai dari metode pil, suntik, implan, IUD atau spiral serta MOW (Metode Operasi Wanita).

Baca Juga :  Kunjungi Mabar, Dua Menteri Pastikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Rampung Akhir Tahun 2020

Dia juga menekankan pentingnya program KB bagi keluarga. Karena dengan begitu, akan melahirkan generasi yang berkualitas.

“Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Mau Kuru, SE, M.Ph mengatakan pentingnya masyarakat mengetahui program keluarga dan pembangunan keluarga serta keluarga berencana (KB).

“Harus di mengerti bahwa Keluarga dan Pembangunan keluarga berbeda dengan Keluarga Berencana (KB). Keluarga itu adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri, anak. Sedangkan pembangunan keluarga salah satu upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat. Sedangkan Keluarga Berencana itu sendiri merupakan upaya mengatur jarak kelahiran anak jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tahun 2016/2017 tercatat, NTT Stunting tertinggi, begitu pula dengan kematian ibu dan bayi tertinggi di NTT. Sehingga perlu ada upaya orang tua mengingatkan anak-anak agar tidak menikah di usia dini.

Baca Juga :  200 Penenun dan Pengrajin di SBD jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

“Minimal umur perempuan menikah itu saat sudah berumur 21 tahun dan pria berumur 25 tahun. Itu adalah usia ideal perempuan dan laki-laki untuk menikah. Setelah menikah, harus ada jarak waktu melahirkan anak,” imbaunya.

Sedangkan Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Nasdem, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dilakukan saat ini bersama mitra kerja BKKBN.

Ratu Wulla berjanji akan turun ke dapil bertemu konstituen bersama mitra kerja lainnya di Komisi IX.

“Komisi IX bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ketenagakerjaan. Selain 2 Kementerian, saya juga bermitra dengan 5 Badan yakni BPJS Ketenagakerjaan, BPOM, BKKBN, BNP2TKI dan BPJS Kesehatan,” katanya.

Komisi IX, kata Ratu Wulla, berkomitmen untuk mendukung program dari BKKBN, karena program ini juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana, serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program KB.

Comments

comments