Api Lahap Rumah Warga‎, Dinsos Dinilai Lamban Merespon

0
24394

Tambolaka — Kamis (31/8/2017) siang si jago merah melahap sebuah rumah warga di desa Lete Konda Selatan Kecamatan Loura. Alhasil rumah gedek beratap seng itu tinggal puing-puing. Tak ada satu pun perabot rumah tangga maupun barang-barang lainnya diselamatkan pemilik. 

Pemilik rumah Frans Paila Ngongo peristiwa itu bermula ketika api berasal dari dapur rumahnya, yang pada waktu kejadian dirinya masih berada di tempat kerja.

“Ketika kejadian saya masih di tempat kerja dan yang ada di rumah hanya istri dan anak saya yang kecil. Awalnya api berasal dari dapur, karena istri saya sedang masak nasi babi, setelah habis masak, istri saya sudah menyiram air di api itu untuk di padamkan, namun kebetulan ada orang datang belanja di kios jadi istri saya pergi layani, jadi kemungkinan api belum pada betul. Usai melayani anak saya yang kecil menangis minta untuk ditidurkan sehingga istri saya masih menidurkan anak saya sembari dirinya juga lelap dalam tidurnya, sehingga tanpa disadari api sudah menyala di dapur yang hanya menggunakan ilalang, sehingga api cepat membesar dan merambat ke rumah besar,”‎ujar Frans menirukan cerita istrinya.

Baca Juga :  Kasek SDI Mokdale Sayangkan Penentuan Penerima PIP
Frans bersama istri dan mamanya didalam tenda darurat

Kejadian naas tersebut katanya tak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan hanya beberapa pakaian yang sedang dijemur itu yang bisa diselamatkan, sedangkan yang lainnya termasuk ijasahnya lenyap.‎

“Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari kobaran api itu, hanya satu bangku dan pakaian yang di jemur istri saya yang diselamatkan oleh anak sekolah yang baru pulang dari sekolah, sedangkan surat-surat penting termasuk makanan ikut terbakar,” jelasnya. ‎

Dikatakannya bahwa sejauh ini pihak aparatur desa telah datang membantu membuat tenda darurat dan membantu semua kebutuhan keluarga mulai dari sendok sampai bahan makanan sementara Dinas Sosial yang diharapkan bisa memberi bantuan untuk mengurangi kesusahan mereka hanya memberikan satu karung beras dan empat plastik baju anak-anak.‎

“Saya sudah mengantar surat dari Kepala Desa dan dari pihak Kepolisian ke Dinas Sosial untuk melapor dan sekaligus meminta bantuan, namun sampai di dinas, Kepala Dinasnya tidak ada dan saya hanya bertemu dengan pegawai saja. Saat itu, pegawai yang tidak saya kenal itu mengatakan kalau gudang di dinas lagi kosong sehingga saya hanya di berikan satu karung beras dan empat plastik baju anak-anak,” kesalnya sembari berharap Dinsos dan pihak-pihak lain bisa membantu mengurangi beban keluarganya.‎ (red)

Baca Juga :  Kades Laga Lete Dilaporkan Ke Inspektorat

Comments

comments