Bawaslu : Kami Tak Punya Wewenang Mendiskreditkan Caleg Terpilih

0
561

Tambolaka – Bawaslu Sumba Barat Daya (SBD) menepis isu yang tengah mencuat di tengah masyarakat akan dugaan pencurian suara yang dilakukan Caleg terpilih Stefanus Sosa dari Partai Perindo, Dapil 3 Wewewa Barat-Wewewa Selatan.

“Kami tidak pernah menjustice siapapun bahkan mendiskreditkan nama Caleg terpilih. Tugas kami di Bawaslu menindaklanjuti pelanggaran pemilu bukan membandingkan angka yang tertera di C1,” kata Ketua Bawaslu Nikodemus Kaleka di ruangannya, Senin (24/6/2019).

Kata Niko, kasus tersebut sampai kini telah naik ketingkat penyelidikan. Namun, kasus ini tidak berkaitan dengan Caleg terpilih tetapi yang di tangani Bawaslu adalah pelanggaran terkait laporan terhadap penyelenggara pemilu tingkat bawah.

“Yang kami tangani terkait laporan pelanggaran pemilu di tingkat bawah. Jadi kami sedang tidak menindaklanjuti kasus Stefanus Sosa, karena tidak ada laporan terkait itu. Yang kami tangani adalah terkait penyelenggara,” jelasnya.

Lanjut Niko menuturkan bahwa terkait hasil pemilu, Bawaslu tidak mempunyai wewenang. Tetapi yang berkaitan dengan perselisihan hasil pemilu merupakan wewenang Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  Malam Toast Kenegaraan, MDT : Kemerdekaan Hanya Sebuah Alat‎

“Perselisihan hasil pemilu itu wewenang MK. Kami tidak punya wewenang mengeluarkan rekomendasi pembatalan hasil keputusan KPU. Sepanjang yang bersangkutan (Stefanus Sosa) tidak tersandung kasus pidana dan dilaporkan di Bawaslu, tidak ada alasan untuk kami membatalkan keputusan KPU,” katanya.

Niko mengaku betul ada dugaan pergeseran suara, tetapi yang menyebabkan hilangnya suara bukan seorang Caleg tetapi penyelenggara.

“Betul ada laporan dugaan pergeseran suara di Wewewa Selatan, tetapi yang dilaporkan adalah penyelenggaranya bukan Calegnya. Jadi diluar jangan beranggapan bahwa kami sedang menindaklanjuti kasus Caleg,” tuturnya. (alf)

Comments

comments