Dekranasda Gelar Kegiatan Pelatihan Pewarnaan Kain Tenun

0
203

Tambolaka — Dekranasda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali melaksanakan kegiatan pelatihan pewarnaan tenun ikat bagi para pengrajin tenun se-SBD.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Cafe dan Resto Ro’o Luwa, Jumat (21/9/2018), di hadiri oleh perwakilan dari masing-masing kelompok tenun yang tersebar di 11 kecamatan.

Ketua Dekranasda SBD, Ratu Wulla Talu dalam sambutannya mengatakan kegiatan pewarnaan tenun ikat merupakan salah satu program Dekranasda yang terfokus. Tenun menjadi prioritas Dekranasda karena kain tenun memiliki potensi yang begitu besar.

“Kenapa harus tenun karena tenun mempunyai potensi besar untuk peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat SBD. Potensi ini yang harus kita kembangkan karena mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Selain dari nilai jual yang tinggi, juga tenun harus dikembangkan sebagai warisan leluhur kita yang harus dipertahankan”, papar Ratu.

Lanjut Ratu, untuk mempertahankan nilai jual kain tenun, tentu harus di imbangi dengan besarnya usaha pengrajin tenun menghasilkan produk tenunan yang berkualitas.

“Setiap kelompok yang tersebar di penjuru Sumba Barat Daya kami berharap dapat menghasilkan produk tenunan yang banyak dan terjamin kualitasnya. Jika kualitas terjaga, produk dihasilkan tepat waktu, maka peningkatan produksi kita akan meningkat dan nilai jual pun sangat tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  MDT Berharap Semua Tanah Di SBD Bersertifikat

Dikatakannya bahwa pelatihan saat ini, dekranasda ingin membuka wawasan para masyarakat terlebih khusus para pengrajin tenun agar menggunakan bahan alami saat melakukan pewarnaan.

Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu saat membuka kegiatan tersebut mengatakan Pemerintah Daerah mengapresiasi langkah-langkah yang telah di tempuh Dekranasda SBD dalam memajukan dan meningkatkan ekonomi keluarga maupun masyarakat.

“Hasil karya tangan dari Ibu-ibu semunya, nama NTT khususnya SBD menjadi terkenal di seluruh dunia. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, kalian adalah pahlawan,” ungkapnya.

Di akuinya bahwa produk-produk yang di hasilkan oleh pengrajin tenun, kini masih di perebutkan oleh para pecinta tenun. Ia pun berharap agar pengrajin terus mengembangkan keterampilannya sebab kedepannya persaingan global begitu ketat.

“Para pengrajin diharapkan dengan bertenun dapat mengembangkan bakat dan meningkatlan ekonomi keluarga, dan juga dapat membagi ilmu bagi pelaku penenun baru lainnya. Selain itu, semangat juang mengejar ketertinggalan harus kuat sebab kedepannya kita dihadapkan dengan persaingan global yang ketat. Siapa yang semua dia sukses,” imbuh Bupati yang akrab di tegur MDT itu.

Baca Juga :  Pemkab TTS Sertifikasi Lahan Warga

Menurutnya bahwa tenun ikat dapat di olah lagi dengan berbagai gaya modern kekinian dan hasilnya begitu memancing emosiaonal para investor berkunjung di SBD guna mencari kain tenun. Selain itu, menurutnya bahwa tenun ikat telah mengantar nama SBD terkenal dan juga menarik peluang investor asing berkunjung di daerah ini. (alf/qi)

Comments

comments