Desa Menne Ate Terpilih Sebagai Desa Model Di SBD

0
582

Tambolaka — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTT telah memilih Desa Menne Ate, Kecamatan Wewewa Barat dari 173 desa dan dua kelurahan di Sumba Barat Daya (SBD) sebagai desa model.

PKK NTT menargetkan di tahun 2019 terbentuknya desa model di 22 Kabupaten/Kota. Terpilihnya Desa Menne Ate sebagai desa model karena telah terbentuknya kampung KB yang menjadi salah satu syarat terbentuknya desa model. Sehingga terciptanya kolaborasi program bersama antar instansi maka akan semakin baik menuju Desa Model yang sempurna di NTT.

“Satu kabupaten satu desa model dan ini adalah program dari PKK Provinsi. Desa Menne Ate terpilih karena ada kriteria-kriteria khusus dari PKK Provinsi, salah satunya adalah sudah mendeklarasikan kampung KB. Kita bersyukur desa Menne Ate terpilih sebagai desa model dari 22 kabupaten dan 3000 desa di NTT,” ungkap Ketua TP PKK SBD, Ratu Wulla Talu dalam kegiatan Bimtek PKK se-SBD di Kantor Desa Menne Ate, Kamis (25/7/2019).

Baca Juga :  DPD Saya Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih ‎72 Meter ‎

Ratu Wulla Talu menjelaskan, keberadaan desa model merupakan salah satu upaya mewujudkan jargon Gubernur NTT yang ingin menjadikan NTT “Bangkit dan Sejahtera”.

“Bicara bangkit dan sejahtera kalau tidak ada pergerakan dalam desa, tidak ada strategi-strategi yang dilakukan itu hanya sebatas mimpi dan wacana. Gubernur sudah punya jargon, ada strategi yang dipakai untuk diterapkan, sekarang tergantung masyarakat. Masyarakat mau tidak menerima dan mendukung program-program yang diterapkan pemerintah? Ini yang menjadi persoalannya,” katanya.

Anggota DPR RI terpilih dari Dapil NTT II itu mengaku, dirinya percaya bahwa di Desa Menne Ate, Kepala Desa dan seluruh jajarannya, BPD dan masyarakat antusiasnya sangat tinggi menerima serta mendukung program Pemerintah baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun ditingkat Kabupaten.

“Saya berharap masyarakat memberikan dukungan sepenuhnya. Jangan ada yang beranggapan bahwa PKK itu adalah Perempuan kurang kerja, itu salah, malahan PKK itu Perempuan kelebihan kerja. Kita butuhkan partisipasi semua elemen masyarakat demi mendongkrak program yang ada,” harapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris PKK NTT, Fidelis Neka mengatakan bahwa terpilihnya desa model PKK dilihat dari berbagai kriteria. Dengan terbentuknya desa model ini, katanya, semua pemberdayaan dapat di terapkan di desa yang bersangkutan sesuai dengan tugas dan fungsi PKK.

Baca Juga :  Tinggal Di Gubuk Reot, Rumah Nenek Paruh Baya Ini Akan Di renovasi Pemdes

“Terpilihnya desa model diharapkan sebagai Pioneer bagi desa lainnya. Kriteria yang dipakai PKK Provinsi memilih Desa Menne Ate sebagai Desa Model selain telah memiliki kampung KB juga kami menilai desa Menne Ate sangat strategis untuk desa-desa yang lainnya. Dia (Menne Ate, red) harus bersedia menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” imbuhnya.

Fidelis menjelaskan 10 program PKK yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat di bagi dalam 4 Pokja.

“jadi kami yang ada di sini mewakili Pokja 1 sampai 4. Sebentar kita akan bagi dalam 4 Pokja dan kita akan bahas lebih dalam lagi apa itu PKK dan 10 program pokoknya,” ujarnya. (alf)

Comments

comments