Festival Mulut Seribu Diharapkan jadi Daya Tarik Baru

0
157

KIBLATNTT.COM, BAA — Festival mulut seribu yang akan digelar beberapa waktu ke depan, diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan domestik dan internasional. Pasalnya selama ini, Rote Ndao hanya dikenal dengan destinasi wisata Pantai Nembrala.

Ketua Fraksi Partai Hanura, DPRD Kabupaten Rote Ndao, Erasmus Frans menyampaikan hal ini kepada media ini, Jumat (25/10/2019). Dijelaskannya event mulut seribu harus bisa diangkat dengan ritual daj atraksi yang menarik, sehingga wisatawan bisa menambahkan agenda kunjungannya ke mulut seribu di tahun-tahun mendatang.

“Untuk saya momentumnya bagus, agar kemudian Rote tidak lagi hanya dikenal dengan Pantai Nembrala dengan ombak dan divingnya. Tetapi kita juga ada mulut seribu,” katanya.

Menurutnya tahun ini tidak akan ada dampak hebat dari event ini secara langsung oleh karena beberapa alasan. Diantaranya nilai tempatnya sendiri belum cukup dikenal dan juga rentang waktu untuk promosi, serta belum dilibatkannya pihak swasta dalam mengelola event ini.

“Ini merupakan tahun yang pertama dan pasti pengunjungnya belum banyak. Tetapi yang penting ada sebuah penetapan jadwal dan kita akan lihat dampaknya tahun depan. Kita proaktif kegiatannya harus jalan di Rote,” tegasnya.

Baca Juga :  74 Anggota Paskibra SBD Resmi Dikukuhkan

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Harus bisa  berkaca juga dari tempat-tempat yang sudah maju pariwisatanya, sehingga event ini bisa di blowup kegiatan-kegiatannya secara berkelanjutan. Event ini juga menurutnya tidak ada di tempat lain, sehingga bisa menjadi salah satu keunguan untuk dijual ke wisatawan, yang kemudian bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Rote Ndao dan NTT umumnya.

“Jadi kita berharap ini satu gebrakan gubernur dan pemerintah  kabupaten ini. Jadi harus konsisten ke depan dalam waktu pelaksanaannya, agar wisatawan bisa menjadwalkan kunjungannya ke mulut seribu secara baik. Karena tidak bisa orang tentukan jadwalnya hanya dalam kurun waktu satu bulan, dan kita juga tidak bisa berharap dengan wisatawan lokal NTT saja. Jadi kita memang harus mempromosikannya secara berkelanjutan, agar ke depan bisa menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat Rote Ndao dari festival mulut seribu ini,” urainya

Ia menjelaskan, even Sail Indonesia bisa menjadi rujukan. Karena ini baru pertama kali, sama seperti lomba selancar yang digalakkan pada tahun 2000 yang Bupati Kupang saat itu, Ibrahim Medah, yang kemudian berlanjut beberapa tahun dan terakhir dilaksanakan tahun 2010 lalu. Jadi jadwal pastinya menjadi penting agar wisatawan bisa menetapkan jadwal kunjungannya secara baik.(lya)

Baca Juga :  Kepsek Diduga Tilep Sejumlah Uang Pungutan Siswa

Comments

comments