Festival Parade Kuda Sandlewood Dan Expo Tenun Ikat Kembali Digelar Di SBD

0
1233

Tambolaka — Pemerintah Daerah (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD), NTT berencana menggelar festival parade kuda Sandlewood dan pameran tenun ikat 2019. Dua acara ini akan dilaksanakan tanggal 23 Juli 2019 (Besok) di lapangan Galatama, Kecamatan Kota Tambolaka.

“Besok pembukaan pukul 12.00 Wita di lapangan Galatama. Festival ini akan di awali dengan parade Kuda Sandlewood dari lapangan Wee Kaburru, Desa Wee Renna menuju lapangan utama Galatama. Di pertengahan jalan, iring-iringan kuda akan di tunggu oleh rombongan pejalan kaki yang menggunakan pakaian adat (Parade busana), lalu masuk bersama di lapangan. Hari ini segala persiapan sudah finishing,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Christofel Horo di ruang kerjanya, Senin (22/7/2019).

Ia menjelaskan, parade kuda sandlewood dan expo tenun ikat 2019 untuk Kabupaten SBD bukan hanya menampilkan atraksi kuda dan tenun ikat seperti biasanya, namun berbagai kegiatan akan di gelar termasuk pasukan berkuda akan melakukan atraksi lempar lembing di atas kuda, demo 1000 teh kelor dan masih banyak atraksi lainnya yabg akan menghiasi festival ini.

Baca Juga :  Penyuluh Pertanian Pajale SBD dapat Pelatihan Dari BBPP Kupang‎

“Parade kuda sandlewood dan expo tenun ikat 2019 populasinya kecil. Untuk parade kuda kami hanya siapkan sekitar 60 ekor kuda yang di bagi menjadi 6 kelompok dan penenun sekitar 20 sampai 30. Walaupun populasinya kecil, kami ingin menampilkan atraksi yang berbeda bagi penunggang kuda yakni atraksi lempar lembing. Nanti ada standar penilaiannya, dan bagi pemenang akan mendapatkan bonus. Untuk penenun sendiri nanti akan ada demonstrasi pewarnaan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain dua atraksi itu, katanya di sela-sela kegiatan nanti akan ada demo minum sari teh kelor. Menurutnya, moment seperti ini merupakan kesempatan mengekspos teh kelor.

“Kita ingin sari teh kelor menjadi branding yang di minati oleh publik. Selama ini kita tidak tahu itu, padahal sari teh kelor merupakan minuman kesehatan. Ya semoga dengan event ini, masyarakat dapatkan publikasi manfaat dari kelor itu sendiri. Semoga saja dengan tereksposnya minuman kelor ini, pemerintah daerah maupun Provinsi melihat ini sebagai minuman pokok dalam kegiatan sehari-hari,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pejabat Publik Harus Terbuka Terhadap Kritik

Dirinya berharap festival parade kuda Sandlewood dan pameran tenun ikat 2019 di terima oleh masyarakat sebagai bentuk kesadaran melestarikan budaya, kesejahteraan masyarakat dan daerah.

“Saya berharap festival ini diterima oleh masyarakat. Mimpi kami kedepannya, segala sesuatu yang berbau budaya ingin kita tampilkan di festival mendatang. Kedepannya kita akan coba sesuatu yang berbeda lagi. Atraksi ini yang sudah menjadi festival nasional ditingkat lokal, kita harap bukan saja sebagai event rutin tetapi di atas event ini ada banyak hal yang tertitipkan dalam hal melahirkan potensi-potensi lokal,” harapnya. (alf)

Comments

comments