Festival Perairan Mulut Seribu Direncanakan Oktober Mendatang

0
404

Festival di perairan mulut seribu, Kabupaten Rote Ndao direncanakan akan diselenggarakan Oktober 2019 mendatang. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao merencanakan kegiatan festival ini sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan NTT lima tahun ke depan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, saat ditemui Kiblatntt.com di ruang kerjanya, Jumat (13/9). Stefanus mengaku ini akan menjadi kali pertama penyelenggaraan festival di perairan mulut seribu. Karena itu, butuh dukungan dan pembenahan-pembenahan di lokasi kegiatan.

“Memang belum ada penataan di lokasi secara maksimal. Tetapi kita harus mulai karena semua kabupaten lagi semangat-semangat mendukung program gubernur untuk sektor pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya Rote Ndao memiliki kekayaan alam dengan potensi pariwisata yang mesti diangkat, supaya bisa mendatangkan wisatawan sekaligus bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara untuk penataan fasilitas pendukung di lokasi mulut seribu, akan menjadi perhatian pemerintah untuk membenahinya secara bertahap.

“Fasilitas pendukung memang belum sepenuhnya ada. Tetapi itu harus kita siapkan, karena tidak mungkin saat kunjungan wisatawan meningkat, namun harus terus mencari kamar mandi saja susah. Kita juga akan mendorong masyarakat setempat untuk menyediakan souvenir-souvenir, sehingga bisa dibawa pulang wisatawan dan masyarakat mendapat dampak ekonominya,” tegasnya.

Baca Juga :  530 Penenun Ikat Ramaikan Festival di Sumba

Stefanus menambahkan, pengembangan kawasan tersebut juga masih terkendala, karena daerah tersebut masuk kawasan konservasi, sehingga pengembangannya harus mendapatkan ijin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk bisa ditetapkan menjadi kawasan pariwisata terbatas.

“Kita dukung program pemerintah provinsi untuk menjadikan mulut seribu sebagai kawasan ekonomi starategis terbatas, agar memberikan daya ungkit ekonomi masyarakat dan juga PAD. Jadi kalau tahun ini sukses, kita akan tetapkan menjadi festival rutin tahunan,” urainya.

Ditambahkannya, selain potensi pariwisata Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao juga memiliki sejumlah destinasi wisata potensial yang dapat dikembangkan yakni Laut Mati, dan juga pantai Oesosole di bagian timur dengan pantai pasir putihnya sepanjang kurang-lebih dua kilo meter, yang masih belum dikembangkan sama sekali. Karena itu, akan ditata secara bertahap untuk menambah alternatif pilihan berwisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Rote Ndao, selain ke lokasi-lokasi wisata yang sudah terkenal seperti Pantai Nembrala dan lainnya.(lya/mal)

Comments

comments