Festival Tenun Ikat Perlu Dilestarikan

12
792

Waingapu — Festival tenun ikat yang sudah dua kali dilaksanakan di pulau Sumba perlu untuk dipertahankan dan dilestarikan karena dari dulu tenun ikat Sumba khususnya Sumba Timur ini menyesuaikan dengan permintaan pasar dan tetap eksis.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Sumba Timur, Palulu Pabundu Ndima, Jumat (13/7/2018).

Diakuinya memang kalau dilihat, seharusnya dulu itu tenun ikat dipakai untuk kepentingan budaya tapi sekarang untuk kepentingan komersial.

“barusan ini kita baru rintis sekolah tenun ikat karena ini diwariskan turun temurun. Dia belajar langsung tapi kita ada wacanakan untuk bentuk sekolah tenun ikat. even seperti ini harus kita jalan terus kita mau zat pewarna yang kita pakai harus alami tidak boleh menggunakan zat pewarna buatan,” katanya.

Dijelaskannya bahwa Sumba Timur sudah menghasilkan buku mulok untuk guru dan murid kelas empat Sekolah dasar untuk melestarikan budaya dan sudah terbit bukunya.

“Mungkin buku ini yang pertama di NTT buku mulok tenun ikat Sumba Timur dan di terapkan di SD di Sumba Timur,” ungkapnya seraya menambakan buku mulok ini pertama dilakukan uji coba di tiga kecamatan setelah itu nantnya akan di terapkan di seluruh Sumba Timur. (lya/qi)

Baca Juga :  Rubah Citra Sabung Ayam, Pemda Sumba Barat Gelar Kontes Rutin‎

Comments

comments