Gabungan Pemuda Pelajar Oelbanu Gelar Seminar Sehari

610
2235

Oelamasi — Gabungan Pemuda Pelajar Oelbanu (GPPO) menggelar seminar sehari dalam rangka merayakan hari raya Paskah bersama dengan jemaat Oelbanu, Klasis Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Sabtu (31/03/2018) siang.

Ketua panitia pelaksana, Gideon Naetasi menjelaskan GPPO merupakan organisasi kepemudahan yang tergabung dari seluruh pelajar asal Oelbanu di Kota Kupang.

“GPPO ini adalah organisasi yang mengikat dan mempersatukan Pemuda Pelajar Oelbanu yang sementara melanjutkan study di Kupang,” jelasnya.

Dikatakan Gideon, tujuan di adakan kegiatan seminar sehari itu sebagai bentuk kerja nyata GPPO bagi jemaat maupun masyarakat Oelbanu dalam bentuk sosialisasi hidup sehat, pembuatan pupuk bokasi, pentingnya pendidikan, dan peran pemuda dalam menyikapi Pilkada serentak tahun 2018.

“GPPO adalah wadah perkumpulan Pemuda Pelajar Oelbanu di Kupang yang peduli untuk kembali membangun kampungnya lewat berbagai kegiatan positif bagi banyak orang. Kegiatan ini bukan untuk kepentingan personal, tetapi ini adalah bentuk pengabdian tulus dari kami bagi masyarakat desa Oelbanu tanpa mengharapkan imbalan,” bebernya.

Senada disampaikan oleh Pemateri PHBS dan HIV AIDS, Juviana Da Silva memaparkan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat itu sangat penting. Menurutnya, umur panjang atau pendek seorang manusia tergantung dari pola hidup sehat yang di terapkan dalam rumah tangga.

Baca Juga :  Demokrat Partai Ke Delapan MDT Mendaftar‎ ‎

“Pola hidup sehat itu penting bagi kehidupan kita, masyarakat juga harus hati-hati, karena penyakit HIV dan AIDS itu sampai saat ini belum di temukan obatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Da Silva menambahkan, ia berharap dengan adanya seminar itu dapat merubah pola pikir masyarakat untuk hidup sehat dan bersih.

Pemateri lain, Saul Naetasi mengaku mengapresiasi kegiatan Seminar Sehari yang di selenggarakan oleh GPPO. Dia berharap pada kesempatan lainnya GPPO harus berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa untuk di selenggarakan dalam lingkungan Pemerinta Desa.

“Saya harap kegiatan seperti ini harus di gelar di lingkungan Pemerintahan Desa sehingga jangan hanya di lingkungan Gereja,” ucapnya. (kekson/alf/qi)

Comments

comments