IKALSABDA Jabodetabek Salurkan Bantuan Untuk Anak Kurang Gizi Di SBD

0
649

Tambolaka — Ikatan Keluarga Besar Asal Sumba Barat Daya (IKALSABDA) di Jakarta menyalurkan bantuan sosial kepada anak kurang gizi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Bantuan sosial kemanusiaan berupa uang dan sembako seperti beras 2 karung, gula pasir 3 bungkus, biskuit roma kelapa 3 bungkus dan susu dancow 2 dos di terima langsung oleh Melkianus Umbu Lele dan Kristina Bili, orang tua Alfrid Umbu Lele penderita kurang gizi, Rabu (3/10/2018).

Alfrid bersama kedua orang tuanya tinggal di desa Kampung Puu Tamme, Desa Wee Renna, Kacamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Berawal dari postingan grup Whatsapp Peduli NKRI dan NTT yang diteruskan di grup Whatsapp IKALSABDA oleh Servulus Bobo Riti pada tanggal 5 september, maka Sekretaris IKALSABDA Martinus Bobo Milla melakukan koordinasi dengan anggota grup WhatsApp IKALSABDA Jabodetabek untuk melakukan pengumpulan dana melalui donasi DOMPET PEDULI SUMBA selama 2 minggu.

“Untuk teknis penyerahannya kami berkoordinasi langsung dengan pak Petrus Lalo, karena beliau masih bagian dari anggota IKALSABDA Jabodetabek yang berpindah tugas di SBD. Dan donasi sudah sampai ke keluarga Adik Alfrid,” kata Sekretaris Ikalsabda Martinus Bobo Milla, yang di kutip Matius Lende sumber kiblatntt.com di Jakarta.

Baca Juga :  Bupati Markus Kembali Membagikan Alsintan Gratis Kepada Poktan

Menurut Servulus Bobo Roti di dalam grup IKALSABDA mengaku menitikkan air mata melihat foto anak kurang gizi parah pasien dokter Ako, dari Puskemas Watukawula, Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka. Servolus mengaku sejak lahir, anak atas nama Alfred itu tidak mengenakan pakaian. Ini kemiskinan yang amat parah (absolut) di wilayah yang di juluki Pulau dengan sejuta keindahan alam.

“Ini baru satu kasus di pinggiran Ibu Kota Kabupaten. Masih banyak lagi yang belum dilihat dan diketahui di desa dan pedalaman. Ini kemiskinan yang amat parah. Masa depan Sumba ada dalam diri anak-anak. Merekalah nanti yang memegang tongkat estafet membawa Sumba ke arah lebih baik dan manusiawi. Saya berkata demikian mau berbagi duka sebagai anak bangsa yang sdh 73 tahun merdeka. Saya hanya semakin menegaskan bahwa Sumba yang dijuluki sebagai salah satu pulau terindah dari 33 pulau di dunia ternyata tak seindah hidup para warganya,” ungkap Servulus yang di kutip Matius.

Anggota grup lain pun menanggapi dengan bersedia melakukan aksi nyata mengumpulkan bantuan atas nama IKALSABDA maupun secara pribadi.

Baca Juga :  Memasuki Musim Tanam, MDT Imbau Masyarakat Persiapkan Lahan

“Kita terpanggil untuk melakukan aksi nyata sebagai wujud bela rasa kita. Saya ajak kalau kita tergerak hati, dan bagi yg kondisi finansial masih memungkinkan kita ramai-ramai mengulurkan tangan, berapapun besarnya akan sangat berarti dan membantu anak itu. Menyadari kondisi kita masing-masing yang beragam, saya usul kita lakukan langkah kecil tapi hasilnya akan sangat mengherankan. Bantuan kita mulai dari Rp.10.000 supaya banyak dari kita yg ambil bagian. Saya sendiri akan memulainya dengan bantuan dasar Rp. 10.000 sedangkan untuk bantuan pribadi akan saya salurkan langsung kepada keluarga di Rumah Sakit,” kata Yan Pieter Ate.

Keluarga Alfrid mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada IKALSABDA karena telah memberikan bantuan. Tidak hanya itu, dari pengakuan Petrus Lalo mengatakan kondisi anak tersebut saat ini sudah semakin membaik. (alf/qi)

Comments

comments