Infrastruktur ke Destinasi Pariwisata Harus jadi Prioritas

0
101

Anggota DPRD Rote Ndao, Paul Henukh (Foto: Elya)

 

KIBLATNTT.COM, BAA — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao harus menempatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menuju ke lokasi-lokasi destinasi pariwisata sebagai prioritas pembangunan. Hal ini penting untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi pariwisata yang ada di Rote Ndao.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao, Paul Henukh menyampaikan hal ini kepada media ini di kediamannya, Sabtu (26/10/2019). Ditegaskannya objek pariwisata mulut seribu yang hendak dijadikan destinasi pariwisata unggulan di Rote Ndao, harus segera didukung dengan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai. Karena jika tidak, destinasi pariwisata mulut seribu hanya akan memberikan kesan buruk bagi wisatawan karena lamanya waktu tempuh dari Baa.

“Berulang kali saya sampaikan kepada pemerintah agar melakukan pembangunan dengan menetapkan skala prioritas, karena keterbatasan anggaran yang ada pada pemerintah daerah. Jadi kalau kita ingin dorong pariwisata, infrastruktur jalannya diperbaiki, dan lokasi pariwisatanya dikembangkan secara menarik dan visioner, termasuk dengan memberdayakan masyarakat lokal sekitar destinasi pariwisata, agar ikut mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Baca Juga :  Dishub SBD Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Karenanya festival mulut seribu yang direncanakan akan menjadi event tahunan di Kabupaten Rote Ndao, harus segera dibenahi infrastruktur nya secara maksimal. “Waktu tempuh dari Baa ke Mulut Seribu melalui jalan darat masih sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Karena kalau jalannya rusak dan lama, wisatawan pasti tidak akan mau kembali lagi. Jadi seharusnya tadi bapak gubernur diajak jalan darat, supaya mengetahui kebutuhan infrastruktur jalan ke Mulut Seribu,” tegasnya.

Diuraikannya, Pemkab Rote Ndao bisa mencontohi apa yang dilakukan mantan Gubernur Sulawesi Utara, Olidodo Kambe beberapa tahun silam. Dimana pada saat itu destinasi pariwisata di Sulawesi Utara belum memberikan sumbangsih pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun kemudian berhasil dikembangkan dan saat ini, bisa menghasilkan Rp 17 Triliun lebih saat ini.

“Saya baca bukunya Gubernur Sulawesi Utara Olidodo Kambe waktu dia jadi Gubernur, Sulawesi Utara itu tidak masuk dalam tempat prioritas untuk destinasi wisata tapi apa yang dia lakukan dia datang ke presiden, dia datang ke menteri perhubungan, IO nya lion group minta deret flat kota-kota di Cina terbang ke Manado, dan apa yang terjadi di sana sudah menghasilkan 17 Triliun devisa dari pariwisata,” katanya.

Baca Juga :  Lomba Jambore Kader PKK Diharapkan Menjadi Pionir Bagi Keluarga

Ditambahkannya, hal itu bisa terjadi karena pembangunan infrastruktur menuju tempat-tempat wisata semuanya dijadikan skala prioritas. Jadi di Rote Ndao juga harus dilakukan hal serupa, dengan menghentikan pembangunan fasilitas-fasilitas umum seperti pasar, kantor desa, bahkan puskesmas pembantu di hutan-hutan.

“Coba kita lihat ada gedung-gedung yang dibangun di hutan ada pasar, ada terminal di Leli, ada kantor-kantor desa yang dibangun di hutan, ada tempat Pustu yang dibangun di hutan. Itu semua akhirnya binatang yang tinggal di dalam sekarang buat apa buang-buang uang seperti itu kenapa tidak bangun infrastruktur menuju tempat wisata,” tanyanya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pembinaan ekonomi masyarakat sekitar lokasi pariwisata. Karena pengembangan sektor pariwisata harus berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat sekitar destinasi.

“Orang datan dan pulang dari sana (Mulut Seribu, dan objek wisata lainnya di Rote Ndao, Red), harus bisa bawa pulang souvenir apa dari tempat wisata. Jadi kalau itu terjadi maka Rote Ndao akan bertumbuh hebat. Saya setuju dengan gubernur, namun koordinasi antara Pemkab Rote Ndao dan Pemprov NTT harus bisa berjalan baik, agar bersinergi membangun infrastruktur ke setiap destinasi wisata, terutama ke Mulut Seribu yang mau dijadikan event tahunan. Kemudian panitia penyelenggara juga harus betul-betul melakukan persiapan yang matang,” tegasnya.(lya)

Baca Juga :  MDT : Banyak Kades Yang Tidak Taat Aturan Pengelolaan Dana Desa

Comments

comments