Jalan Hotmix Di Waingapu Rusak Parah, Diduga Tidak Gunakan Agregat Dan Kerikil

1
16779

Waingapu — Ruas Jalan hotmix di Kelurahan Laideha, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur sepanjang empat kilo meter yang dikerjakan PT. Teratai diduga tak menggunakan bahan agregat dan kerikil.

Hal ini tampak dalam foto kerusakan jalan tersebut yang diunggah oleh akun facebook Veryanto Maramba dan beberapa akun lain di group Sumba News. Foto kerusakan jalan hotmix itu pun menuai banyak komentar dari para nitizen.

IST. Ini ruas jalan hotmix di Waingapu yang rusak parah

Wartawan kiblatntt.com mencoba mengkonfirmasi Veryanto Maramba melalui akun Facebook dan telepon selulernya, Rabu (3/1/2018).

Dibalik telepon selulernya, Veryanto Maramba mengatakan dari pengamatannya dilapangan saat dia turun memotret kerusakan jalan hotmix tersebut, memang adanya banjir di sekitar wilayah setempat, namun sebenarnya itu bukan menjadi alasan kuat rusaknya jalan tersebut yang baru usai dikerjakan menggunakan APBD II.

“kalau dilihat dengan seksama rusaknya jalan tersebut karena kuat dugaan kontraktor tidak menggunakan kerikil A dan B serta agregat/sertu sebagai lapisan dan atau landasan penguatan aspal,” ujar aktivis GMNI Kupang itu.

Menurutnya kerusakan jalan tersebut diperkirakan sepanjang dua belas meter. Dia pun menduga kontraktor telah melakukan tindakan korupsi karena telah mengurangi bahkan tidak menggunakan material kerikil dan sertu sebagai pengikat aspal.

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo: Lakukan Deteksi Dini Terhadap Potensi Gangguan Ketentraman

Sementara pihak kontraktor PT. Teratai, Joel Maramba yang dikonfirmasi via messenger mengaku rusaknya jalan tersebut akibat banjir.

“kalau sepanjang empat kilometer semua jalannya rusak begitu ya baru bermasalah di spesifikasi, tapi ini hanya beberapa meter saja dan itu murni alam,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwa kerusakan itu murni alam, karena hanya titik itu saja yang rusak, karena kalau tidak dipadatkan tidak mungkin jalan itu mulus. Itu akibat karena dilalui kendaraan berat dengan beban yang berat sehingga muncul seperti itu karena dibawahnya lapen lama.

Dia pun berjanji akan bertanggung jawab atas kerusakan itu untuk diperbaiki, karena sebagai manager quality masalah kualitas jalan itu hal yang mudah.

“kami siap perbaiki, siapa takut. Besok kami memobilisasi exa ke lokasi. Masalah kualitas jalan berhadapan dengan saya karena saya managernya,” cetusnya. (red)

Comments

comments