Kabupaten Kupang Penerima Rastra Terbesar di NTT

330
1655

Oelamasi — Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan, pembagian bantuan sosial berupa beras sejahtera harus dipandang secara positif, bahwa penerima bantuan Rastra adalah warga yang ingin hidup lebih sejahtera.

Demikian dikatakan Ayub Titu Eki saat launching bantuan sosial beras sejahtera Provinsi NTT tahun 2018 di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Senin (26/2/2018).

Menurutnya, berdasarkan data penerima bantuan beras sejahtera di NTT, Kabupaten Kupang merupakan daerah yang mendapatkan porsi terbesar yakni sekitar 31 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 30 persen dari 100 ribu KK di Kabupaten Kupang.

“Warga penerima beras sejahtera tidak hanya menggantungkan hidup pada bantuan sosial tersebut, tetapi harus memanfaatkan lahan dan pekarangan untuk diolah guna memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” harap Titu Eki.

Sementara itu Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi NTT Petrus Keron mengatakan, pada tahun 2018, pagu beras sejahtera untuk Provinsi NTT sebesar 53.478. 360 Kg yang diperuntukan bagi 452. 523 KK penerima manfaat.

Jumlah tersebut katanya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yakni sekitar 81. 246. 780 kg yang diperuntukan bagi 451. 371 KK penerima manfaat.

Baca Juga :  Ketika Mama Emi Sujud di Depan Kapela Tuan Ma

“Untuk tahun 2018, program bantuan sosial pangan terdiri dari dua jenis bantuan yakni, Bantuan Sosial Pangan Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT,” jelas Keron.

Untuk beras sejahtera jelasnya, diberikan bantuan sebanyak 10 kg per KK setiap bulan, sementara BPNT diberikan sebesar 110 ribu per KK setiap bulan melalui mekanisme uang elektronik untuk membeli bahan pangan di pedagang yang disebut e-warung.

Gubernur Frans Lebu Raya berharap agar dalam pembagian beras sejahtera, masyarakat di tingkat desa atau kelurahan harus bermusyawarah terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang pantas menerima bantuan sosial tersebut.

Saat ini menurut gubernur, warga penerima Beras Sejahtera atau Rastra tidak lagi dipungut biaya sebesar Rp 1.600/kilogram seperti waktu sebelumnya, karena saat ini beras sejahtera merupakan bantuan sosial yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang berkategori kurang mampu. (lya/qi)

Comments

comments