Kadis P dan K SBD Lantik Pengurus HIPKI SBD

0
511

KIBLATNTT.COM, TAMBOLAKA — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Yohana Lingu Lango melantik Dewan Pengurus Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HIPKI) Kabupaten SBD periode 2020-2024, Rabu (8/1/2020) di Aula Gedung RWT Center.

DPC HIPKI SBD diketuai oleh Ratu Wulla Talu yang adalah pemilik Boutiq dan Salon Ratu serta kepengurusan beranggotakan sebanyak 29 orang dengan bidangnya masing-masing. Pelantikan DPC HIPKI SBD dirangkai dengan Seminar dan Pelatihan Tata Rias yang disponsori oleh Viva Cosmetic.

Kepala Dinas P dan K SBD, Yohana Lingu Lango mengatakan HIPKI merupakan mitra pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Yohana mengaku bahwa yang tergabung dalam HIPKI adalah masyarakat dan pemerintah yang bergandengan tangan, bersinergi mengentaskan kebodohan dan mengurangi angka pengangguran.

“HIPKI bermitra dengan pemerintah baik dari tingkat Pusat hingga ke tingkat kabupaten/kota. Dan yang bekerja di HIPKI adalah masyarakat dan pemerintah bersinergi mengentaskan kebodohan dan pengangguran lewat kursus dan pelatihan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan meningkatkan SDM yang ada di NKRI. Ada banyak wadah yang memudahkan masyarakat menambah keterampilan, memiliki kemampuan untuk hidup mandiri,” ungkap Yohana.

Baca Juga :  Perangi Covid-19, Ratu Wulla Bantu APD Kepada Tim Medis Di SBD

Yohana menambahkan pengurus HIPKI SBD harus lebih bekerja pro aktif mengembangkan jaringan untuk menambah wawasan dan keterampilan masyarakat SBD. Yohana juga mengingatkan kepada ibu-ibu agar tidak bergantung pada penghasilan suami, melainkan ibu-ibu harus berperan aktif menambah penghasilan lewat kegiatan kursus dan pelatihan yang ada.

Ketua DPC HIPKI SBD, Ratu Wulla Talu mengatakan HIPKI bukanlah lembaga baru melainkan organisasi yang mewadahi semua lembaga kursus pelatihan seperti bahasa inggris, komputer, kecantikan, menjahit, tata rias, tata boga, banyak sekali lembaga yang tergabung dalam HIPKI.

“HIPKI bukan baru. Sejak 2008 saya masih di Mataram, saya sudah bergabung di HIPKI dan sudah banyak kegiatan kursus dan pelatihan yang saya lakukan. Dulu ketika saya di Mataram, saya sudah menjangkau mereka yang putus sekolah, mereka yang eks narapidana dan mereka yang dari segi materi terbatas untuk melanjutkan sekolah dan kami mendorong mereka lewat pelatihan-pelatihan untuk bisa mandiri, itu dulu yang saya pernah lakukan di Mataram,” tuturnya.

Ratu Wulla Talu yang juga adalah Anggota DPR/MPR RI Fraksi NasDem mengatakan semua lembaga yang tergabung di dalam HIPKI harus memiliki legalitas formal dari Pemerintah dan yang memiliki lembaga agar mengakreditasi lembaganya. Dirinya juga meminta kepada Viva Cosmetics agar terus menjalin hubungan kerja sama dengan HIPKI SBD.

Baca Juga :  Perangi Covid-19, Partai Hanura SBD Minta Pemkab SBD Segera Eksen

“Lembaga yang terakreditasi secara langsung diakui nasional sehingga ada bantuan, proposal, program pemerintah akan kita dorong bersama. Lembaga yang telah terakreditasi akan menjadi prioritas kita. Banyak saja pelatihan-pelatihan bukan saja pelatihan kecantikan yang akan kita lakukan kedepannya,” pinta Anggota DPR RI dapil NTT II itu.

Ketua DPD HIPKI Provinsi NTT, Evelyne Mauboy Faah menekankan HIPKI SBD lebih menonjolkan potensi SDA yang ada di wilayah yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Organisasi HIPKI lebih menjurus pada penciptaan lapangan kerja.

“HIPKI lebih menjurus terhadap pengurangan angka pengangguran dan lebih menciptakan lapangan pekerjaan lewat berbagai kegiatan pelatihan dan kursus apa saja yang diselenggarakan HIPKI. Saya lebih tertarik jika HIPKI SBD lebih menonjolkan potensi yang dimiliki oleh daerah ini yang nantinya akan nampak berbeda dengan daerah lain,” imbuhnya.(alf)

Comments

comments