Kepsek Diduga Tilep Sejumlah Uang Pungutan Siswa

0
868

Tambolaka — Sejumlah Orang Tua murid SD Inpres Satap Gokata di Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya mengeluh. Pasalnya, sekolah memungut biaya saat pengambilan ijasah baik siswa SD maupun SMP.

Pengakuan beberapa orang tua murid mengatakan bahwa selama 4 tahun SD Inpres Satap Gokata yang di pimpin Fransiskus Bobo Ngongo mewajibkan pemungutan biaya pengambilan ijasah yang katanya digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah.

“Empat tahun di pungut biaya. Untuk siswa SD perorang Rp. 100.000 sedangkan untuk siswa SMP perorang Rp. 150.000. Pemungutan itu memang melalui musyawarah namun tidak ada bukti fisik. Tetap keadaan sekolah tidak berubah dari kursi, meja maupun pintu kelas yang tidak di kunci,” imbuh Samuel Seingo Bebe yang di benarkan oleh beberapa orang tua siswa lainnya, Sabtu (6/10/2018) di kediamannya di Desa Ramadana, Kecamatan Loura.

Sementara itu, Samuel menyebutkan terjadi pemungutan pula untuk dana KIP bantuan pemerintah pusat. Dia mengaku, pada tahap pertama pencairan tahun 2017 lalu jumlah yang di terima anaknya hanya sebesar Rp. 400.000.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Lambannya Pengerjaan Jalan Ramadana-Ombaloko

“Sebenarnya uang yang masuk di rekening ada Rp. 900.000 tapi tahap pertama yang di cairkan oleh Kepala Sekolah hanya Rp. 500.000 dengan catatan potongan Rp. 50.000 untuk saldo dan Rp. 50.000 untuk administrasi,” imbuhnya.

Dia mengaku beberapa waktu lalu dirinya mempertanyakan sisa uang di Bank BRI, sehingga pihak Bank memberinya slip penarikan untuk di bubuhi tanda tangan Kepala Sekolah baru dapat di cairkan.

“Saya pulang dari Bank langsung ke Sekolah minta tanda tangan Kepala Sekolah. Saya kaget, bukanya tanda tangan yang saya dapat malah ocehan Kepala Sekolah seperti ini (kenapa langsung pergi ke Bank tidak tunggu saya cek dulu, sekarang saya mau ke dinas cek dulu apa nama anakmu ada atau tidak),” kata Samuel meniru kata-kata Fransiskus Bobo Ngongo.

Samuel merasa kesal dengan tingkah Kepala Sekolah, sebab nama anaknya keluar sebagai penerima KIP sejak awal. Samuel menambahkan, hingga saat ini dirinya belum mencairkan dana yang masih mengendap di Bank BRI. (alf/qi)

Baca Juga :  Desa Kuta dan Desa Rende Di Sumba Timur Jadi Desa Wisata

Comments

comments