Kepsek Satap Gokata Akui Telah Mencuri Beberapa Item Pekerjaan

0
923

Tambolaka — Fransiskus Bobo Ngongo, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Satap Gokata mengakui telah mencuri beberapa item pekerjaan pembangunan gedung mes guru yang menggunakan dana DAK senilai 138 juta.

“Ia betul, saya mengaku bersalah telah mengambil beberapa item pekerjaan tanpa sepengetahuan konsultan,” ungkap Fransiskus Bobo Ngongo di ruang kerjanya yang di saksikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas P dan K Kabupaten Sumba Barat Daya, Oktavianus Dappa Malo, serta konsultan Jhoni Lende Namang dan Martin Bombo, (9/10/2018) siang.

Frans mencoba berkelit dengan alasan dirinya mengambil beberapa item pekerjaan tersebut diperuntukkan penambahan bak air bersih dan toilet sekolah yang tidak termasuk dalam gambar. Rencananya itu di ambilnya sepihak tanpa berkoordinasi dengan pihak dinas maupun konsultan.

“Saya memang tidak berkoordinasi dengan dinas maupun konsultan. Semua proses pekerjaan sudah berjalan baru saya informasikan ke pihak konsultan. Dan akhirnya pihak konsultan sempat marah, namun karena keterlanjuran ini konsultan menyarankan agar hasil pemotongan dari beberapa item di pergunakan sesuai dengan rencana saya,” paparnya dan dibenarkan oleh Martin Bombo konsultan pembangunan mes guru.

Baca Juga :  Bupati Markus Komit Dukung Masyarakat Tani

Untuk di ketahui bahwa pembangunan gedung mes guru itu menggunakan besi ukuran 10 dan 6, sedangkan dalam RAB harus menggunakan besi 12 dan 6. Selain itu, untuk atapnya, Fransiskus menggunakan balok ukuran 6/12 cm. Sedangkan di dalam RAB harus menggunakan balok ukuran 8/12 cm. Beberapa kejanggalan itu mengundang perhatian warga masyarakat.

Informasi yang dihimpun, Kepsek Satap Gokata tidak melalukan rapat pembentukan tim bersama Ketua Komite, Dewan Guru maupun warga masyarakat dalam proses pengerjaan pembangunan mes guru dan pembangunan 4 RKB serta rehabilitasi 4 permanen ruang kelas.

Berkaitan dengan pemberitaan awal Kiblatntt.com dengan judul “Proyek Swakelola SD Inpres Satap Gokata Di Duga Di Kerjakan Tidak Sesuai Spek” mengundang perhatian khusus dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD. Kabid Sarana dan Prasarana P dan K, Oktavianus Dappa Malo memanggil Kepsek Satap Gokata di ruang kerjanya, (10/10/2018) pagi.

Kepada Media ini, Fransiskus Bobo Ngongo mengaku pertemuannya dengan Kabid Sarana dan Prasarana itu membahas persoalan menyangkut pembangunan mes guru Satap Gokata. Selain adanya temuan pencurian beberapa item pekerjaan, juga letak pembangunan gedung mes yang sesungguhnya di dalam gambar tidak sesuai dengan fisik di lapangan.

Baca Juga :  Warga Lima Desa Minta Pemerintah Perbaiki Jalan Nangaba-Kekajodho

“Pak Kabid perintahkan saya harus bongkar ulang gedung mes itu yang sudah di bangun rata tembok. Saya memang akui bersalah dan akibat keteledoran saya ini, saya siap pertanggungjawabkan anggaran pembangunan mes saat ini sebesar Rp. 20.000.000,- dan gaji tukang sebesar Rp. 19.000.000,-. Saya akan bongkar sesuai perintah dinas tapi tidak dalam waktu singkat. Saya juga siap diproses jika sungguh dianggap fatal karena urat slop bawahnya digunakan tiga urat dan letak gedung mes yang tidak sesuai gambar,” ujarnya.

Ia mengaku usai kembali dari dinas, Fransiskus melarang para tukang melanjutkan proses pekerjaan dan memasukkan semua kayu-kayu ke dalam gudang sambil menunggu proses penggusuran gedung mes.

“Saya pulang dari dinas langsung melarang tukang jangan lanjut pekerjaan karena ada masalah. Tunggu sampai gusur ulang gedung mes ini baru lanjut kerja. Memang pembangunan mes ini saya pakai uang pribadi dan pinjaman 10 juta. Saya terpaksa mengambil langkah itu hanya agar gedungnya cepat selesai sambil menunggu pencairan dari dinas. Saya sudah siap bongkar gedungnya, namun untuk membangunnya kembali saya harus menunggu semua dana cair,” katanya. (alf/qi)

Baca Juga :  Syukuri HUT, Gen Hijau Sumba Tengah Hijaukan Lingkungan

Comments

comments