Layak, Wanita Ini Mewakili Sumba Di Senayan

0
706

Tambolaka —- alam kehidupan pada umumnya, wanita dianggap lemah. Wanita terkadang dianggap hanya mampu menjadi pelayanan dalam keluarga, namun tidak banyak yang menyadari bahwa wanita memang mempunyai peranan penting. Selain berperan sebagai ibu di tengah keluarga, tetapi wanita juga bisa berperan dalam merubah dunia. Seperti wanita yang satu ini, Ratu Ngadu Bonu Wulla dari Sumba Barat Daya.

Wanita yang kerab di sapa Ratu Wulla ini, berkelahiran di Waikabubak, 12 Oktober 1979 telah membuktikan diri bahwa kaum gender bukan semata-mata sebagai ibu rumah tangga, namun mampu bersaing meraih segudang prestasi.

Ratu Wulla adalah sosok wanita tangguh yang tidak mengenal lelah memperjuangkan nasib kalangan kaum gender. Lewat segudang prestasi dan pengalamannya, Ratu Wulla telah mencetak sejarah dengan mewujudkan kelompok-kelompok tenun binaannya yang tersebar di 173 Desa dan 2 Kelurahan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ratu Wulla Talu juga adalah istri dari Bupati Sumba Barat Daya. Menjadi istri orang nomor satu di Sumba barat Daya bukanlah sebuah kebanggaan khusus baginya tanpa adanya bukti kerja nyata yang wajib didedikasikan untuk rakyat Sumba Barat Daya.

Istri dari Markus Dairo Talu ini adalah seorang Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Sumba Barat Daya. Di samping dirinya sebagai Ketua PKK dan Dekranasda, Ratu Wulla Talu juga adalah Ketua KNPI Sumba Barat Daya, Ketua Kadin Sumba Barat Daya, Ketua Ikatan Guru Indonesia SBD dan Ketua INKAI SBD serta Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) SBD dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di SBD.

Baca Juga :  IWAPI SBD di Harapkan Mendobrak Perekonomian Masyarakat

Keuletan dan kegigihan Lulusan Sarjana Teknik ini bukan semata-mata untuk meraih sebuah gelar atau jabatan yang di agung-agungkan, namun sejatinya untuk mengangkat harkat dan mensejahterakan masyarakat Sumba Barat Daya.

“Kerja kerja kerja” adalah motivator baginya untuk terus berkarya dan memperjuangkan nasib ibu-ibu rumah tangga di pedesaan dan memperjuangkan hak-hak anak memperoleh pendidikan usia dini yang layak.

Kelompok-kelompok tenun ikat binaannya telah mencetak sejarah, dimana hasil tenunan ibu-ibu di pedesaan telah di minati oleh pelancong dari luar negeri. Kadang, tenunan khas Sumba Barat Daya tidak cukup di borong oleh pelancong. Berbagai keterampilan dari motif dan karya desain tidak lepas dari dampingan dari Ratu Wulla Talu. Bahkan tenunan Sumba khususnya Sumba Barat Daya telah banyak di pakai dalam ajang fashion show dalam negeri maupun di luar negeri.

Tidak semua orang tahu, usaha dan kerja kerasnya itu telah membuahkan hasil. Sebagai Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ratu Wulla Talu telah memprakarsai Program Sosialasi satu Desa satu PAUD untuk Sumba Barat Daya. Selain itu, Ratu Wulla Talu juga telah melakukan pelatihan kurikulum PAUD bersandar nasional bagi penyelenggara dan pengelola PAUD di desa-desa binaan di Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  MDT : Banyak Kades Yang Tidak Taat Aturan Pengelolaan Dana Desa

Hingga pada 25 Mei 2016, Ratu Wulla Talu mendapat penghargaan sebagai Bunda PAUD Teladan Tingkat Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam memperingati hari Pendidikan Nssional. Sebagai Bunda PAUD SBD, dirinya telah mendorong lembaga PAUD untuk di akreditasi dan gencar melakukan assessment terhadap lembaga Paud berdasarkan surat tugas dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Indonesia (BAN-PNFI).

Tidak berhenti disitu, pada 26 Agustus 2016 Ratu Wulla Kembali meraih The Best Indonesia Leader Award 2016 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI) dan Women Inspiration Award 2016 dari Forum Pemerhati Prestasi Bangsa (FPPB) di Semarang, Jawa Tengah.

Berlanjut pada 25 Oktober 2016, wanita berparas cantik dan ayu itu kembali menyabet penghargaan sebagai The Best Economic Award 2016 yang di selenggarakan Yayasan Penghargaan Indonesia Bali. Setelah menyabet 4 penghargaan di tahun 2016, Ratu Wulla Talu kembali di anugerahi Citra Wanita Indonesia atas sosoknya yang sangat menginspirasi. Dan pada Juli 2017 menerima penghargaan sebagai Pelopor Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam Anugerah Gerakan Indonesia Pintar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Sebagai Ketua TP PKK SBD, Ratu Wulla Talu kembali di anugerahi penghargaan sebagai Figur Perempuan Indonesia Berprestasi 2016-2017, Figur Of Kartini Award 2016-2017 dan pada tahun 2018 Ratu Wulla Talu di anugerahi penghargaan sebagai The Most Indonesian Leadership Figure Award.

Baca Juga :  43 Kelompok Tani Dapat Hand Tractor Gratis

Sejumlah prestasi dan penghargaan yang di perolehnya, tidak membuat ibu empat anak ini lupa diri, justru semua penghargaan yang di perolehnya didedikasikan kepada masyarakat Sumba Barat Daya untuk menjadi motivasi dalam berkarya di bidangnya masing-masing.

Merasa bahwa Sumba, khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya masih tertinggal oleh Kabupaten-Kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, Ratu Wulla Talu kembali mengikuti ajang politik sebagai Calon Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II periode 2019-2024.

“Politik adalah jalur hidup pilihan saya. Sebagai mantan aktivis saya lebih memilih jalur politik untuk mewujudkan karier dan cita-cita saya,” tutur Ratu Wulla dalam beberapa kesempatan.

Berkat perjuangan, kerja keras dan kedisiplinan serta motivasi dari keluarga, sahabat dan masyarakat, Ratu Wulla kembali mencetak sejarah karena telah memenangkan hajatan politik tahun 2019. Ratu Wulla adalah satu-satunya Legislator asal Sumba yang mewakili aspirasi masyarakat untuk bersuara di memperjuangkan hak-hak rakyat di kanca nasional.

“Terima kasih masyarakat Sumba, terima kasih keluarga SBD telah mendukung saya dalam doa, dukungan suara maupun material. Perjuangan kita tak mungkin akan lekang oleh waktu selama kita masih terus bersama-sama. Kemenangan ini bukanlah kemenangan saya, tetapi kemenangan masyarakat Sumba khususnya Sumba Barat Daya yang telah mengantar putrinya ke Senayan,” katanya. (alf/qi)

Comments

comments