Lomba Jambore Kader PKK Diharapkan Menjadi Pionir Bagi Keluarga

0
341

Tambolaka — Tim Penggerak PKK sangat diperlukan untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Oleh karena itu, gerakan PKK sebagai wadah aktivitas masyarakat harus terus merancang program responsif dengan melihat peluang dalam pembangunan di dalam daerah Sumba Barat Daya.

Hal itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah SBD, Fransiskus M. Adi Lalo dalam sambutannya pada pembukaan lomba jambore kader PKK tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya bertempat di Cafe dan Resto Roo Luwa, Kamis (22/8) siang.

Kata Adi Lalo, dalam melaksanakan kegiatan upaya pemberdayaan masyarakat dibutuhkan kader TP. PKK yang cakap, respect dan memiliki kualitas dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan merupakan forum interaksi bagi para kader PKK dalam rangka meningkatkan wawasan, pengetahuan, menumbuhkan rasa persaudaraan dan persahabatan, sekaligus sebagai salah satu bentuk penghargaan bagi para kader PKK yang telah bekerja dengan tulus mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” katanya.

Adi Lalo menambahkan berbagai perlombaan yang diadakan sebagai rangkaian Jambore PKK ini outputnya diharapkan melahirkan keterampilan dan kreativitas yang tinggi dari para kader sehingga masyarakat dapat lebih mandiri. Menurutnya pemberdayaan terhadap kader-kader PKK mempunyai manfaat yang sangat besar atas implementasi 10 program pokok PKK melalui sinergitas program pembangunan daerah. Ia menilai tim penggerak PKK telah mengambil peran penting dalam perwujudan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Dispendukcapil Kota Kupang launching Tiga Inovasi

Kegiatan jambore kader PKK tahun 2019 membahas peran PKK dalam mencegah stunting yang dihadiri oleh seluruh Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan se Sumba Barat Daya.

Ketua TP. PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Talu menjelaskan PKK dengan 10 program pokok bertekad bekerja keras dan membangun sinergi menyukseskan program pengurangan dan pencegahan stunting demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas.

“Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia bahkan di NTT dan khususnya di Sumba Barat Daya. Untuk itu kita butuh kerja dama dari semua stakeholder dari semua sektor mulai dari Kabupaten, Kecamatan, Desa dan khususnya para kader PKK/Posyandu yang menjadi relawan PKK demi mensejahterakan keluarga-keluarga dan menjadikan generasi bangsa yang sehat dan bebas dari stunting,” jelasnya.

Dirinya mengaku TP. PKK mempunyai kader seperti kader PKBN, Kader Kadarkum, Kader BKB, Kader Posyandu, Kader Paud, Kader Pangan, Kader Gizi, dan Kader Kesehatan. Kader-kader tersebut menurutnya telah menjadi pionir dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  Polisi Terkesan Menutup Kasus Sabung Ayam di Loura

“Tugas dan tanggungjawab kader PKK sudah sangat meluas dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia umumnya dan di Sumba Barat Daya khususnya. PKK akan terus memaksimalkan program untuk mendukung pencegahan stunting termasuk pencegahan bisi buruk, penurunan kematian ibu dan anak. Ini akan menjadi program prioritas yang harus kita jalankan,” imbuh Anggota DPR RI terpilih itu. (alf)

Comments

comments