Mahasiswa FKIP Sosiologi UMK Lakukan Baksos ke Kolbano

0
415

Para mahasiswa, dosen pendamping, KMJ Ora et Labora Kolbano, dan Kepala Desa Kolbano foto bersama di halaman gereja.(Foto: Eho)

KIBLATNTT.COM, SOE — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) melakukan bakti sosial (Baksos) ke Jemaat Ora et Labora Kolbano, Minggu (2/12/2019). Baksos ini dilakukan para mahasiswa dengan menyumbangkan sejumlah bahan bangunan berupa semen untuk kebutuhan pembangunan di gereja tersebut.

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ora et Labora Kolbano, Pdt. Martheda R. F. Fay, S.Th dalam sapaannya mengapresiasi kerelaan para mahasiswa yang walau masih dalam bangku pendidikan dan membutuhkan banyak biaya, para mahasiwa masih mau menyisihkan uangnya untuk membantu pembangunan rumah ibadah.

Menurutnya, rasa sosial dan kepedulian yang ditunjukkan para mahasiwa patutlah dijadikan contoh untuk ditiru dan diaplikasikan oleh kelompok masyarakat lainnya. Karena para mahasiswa sudah membuktikan bahwa untuk memberi tidak harus menunggu hingga berkelebihan, melainkan hanya membutuhkan niat untuk memberi dari apa yang ada pada para mahasiswa.

Baca Juga :  Penegakan Hukum dan Peningkatan Ekonomi Harus Dikerjakan Sekaligus

“Terimakasih adik-adik mahasiswa yang sudah memberikan perhatian kepada pergumulan pembangunan di Gereja Ora et Labora Kolbano. Semoga adik-adik mahasiswa bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu untuk bisa mengabdi kepada masyarakat secara lebih luas lagi,” harapnya.

Kepala Desa Kolbano, Yustus Taopan yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan semen untuk kebutuhan pembangunan di gereja tersebut, ikut mengapresiasi keberanian para mahasiswa untuk berbagi dengan jemaat Ora et Labora Kolbano.

“Ini sesuatu yang luar biasa, karena para mahasiswa sudah memiliki nilai simpati dan empati terhadap pergumulan jemaat. Jadi sebagai pemerintah desa, kami mengapresiasi ini dan semoga adik-adik mahasiswa bisa terus berbagi dengan jemaat dan juga umat agama lain,” pintanya.

Taopan juga mengapresiasi perserikatan Muhammadiyah yang walaupun berasaskan Islam, juga memberikan ruang bagi mahasiswa non Muslim untuk kuliah di UMK, dan kemudian mau berbagi kepedulian sosial juga dengan agama lain. “Terimakasih juga untuk lembaga perserikatan Muhammadiyah yang betul-betul hadir untuk masyarakat, tanpa melihat latar belakang agama, budaya, dan ras,” tandasnya.

Baca Juga :  Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Sumba Timur Dilantik

Sementara itu, dosen pendamping para mahasiswa, Idris M. Ali, S.Sos., M.Si pada kesempatan tersebut menjelaskan UMK merupakan salah satu Kampus Multikultiral yang ada di Kota Kupang, karena walaupun UMK adalah kampus yang berada dibawah Yayasan Muhammadiyah yang berasaskan Islam, kampus ini memiliki jumlah mahasiswa yang mayoritasnya justru beragama Kristen.

“Jumlah mahasiswa kami di Muhammadiyah itu 75 persennya Nasrani (Kristen dan Katolik), dan hanya 25 persen saja yang Islam,” jelasnya.

Dituturkannya, Baksos yang dilakukan mahasiswa Prodi Sosiologi, FKIP UMK ini sebagai bagian dari melatih para mahasiswa untuk peka terhadap kehidupan sosial maupun keagamaan orang lain.

“Kalau kita berbicara toleransi antar umat beragama, ya kita harus juga mau untuk ikut melihat kehidupan saudara-saudara kita dari agama lain. Jadi inilah pelajaran yang mau kami sampaikan kepada para mahasiswa, bahwa Indonesia ini adalah negara yang toleran dengan keberagamannya,” tandasnya.(eho)

Comments

comments