Parade Kuda Sandlewood Di Harapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan

0
308

Tambolaka — Parade Kuda Sandelwood di Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dihelat, Selasa 23 Juli 2019.

Parade Kuda Sandelwood yang dipadukan dengan Festival Tenun Ikat yang dihadiri penenun binaan Dekranasda dan PKK, digelar pertama kali pada tahun 2017 lalu.

Tahun ini, parade kuda akan mengambil titik star di lapangan sekolah SDM Wekamburu, Desa Wee Renna, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya dan finish di Lapangan Sepak Bola Galatama, depan rumah jabatan Bupati. Sementara, Festival Tenun Ikat yang akan dihadiri para penenun akan bertempat di lapangan Sepak Bola Galatama.

Kepala Dinas Pariwisata, Christofel Horo mengatakan kuda-kuda yang ikut serta dalam parade akan dihias dengan berbagai pernak-pernik. Selain itu para joki juga diharuskan memakai pakaian adat. Kuda-kuda itu didatangkan dari Kecamatan Kota Tambolaka, Kecamatan Loura dan Kecamatan Wewewa Barat.

“Khusus untuk Festival Tenun Ikat, Dekranasda dan PKK yang mengaturnya sekitar 20-30 orang penenun. Sedangkan kuda kami persiapkan 60 ekor. Kegiatan ini tidak semarak dengan tahun lalu saat Presiden Joko Widodo hadir, tetapi kami mengaturnya dalam populasi yang kecil. Tetapi tahun depan kita akan membuat sesuatu yang berbeda sehingga event ini tidak hanya sebagai event rutin tahunan tetapi memiliki nilai jual di kanca nasional,” katanya menjelaskan, Senin (22/7) di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Warga Tuding Kades Laga Lete Tilep Dana PKH

Gubernur NTT yang di wakili oleh Staf Ahli, Mekeng P. Florianus mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dan kontribusi positif dalam upaya pengembangan pariwisata sebagai prime mover pembangunan di NTT.

“Sejak tahun 2017, Pemprov telah meluncurkan berbagai event sebagai bentuk pengembangan pariwisata. Hari ini kita kembali mengikuti Parade Kuda dan Festival Tenun Ikat di daerah ini,” katanya.

Menurutnya pelaksanaan event ini bertujuan membuat branding baru untuk Pulau Sumba. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong obyek wisata dan percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Sumba.

“Tujuan lain dari event ini kita berharap terjadi peningkatan pendapatan di sektor pariwisata dan sektor lain seperti property dan perhotelan, terciptanya lapangan pekerjaan di sekor pariwisata dan sektor-sektor lain,” harapnya Mekeng.

Katanya, selain Kuda Sandlewood yang sudah di kenal oleh masyarakat luar, masih ada hal menarik yang akan menarik perhatian publik akan kehebatan pengrajin tenun yang memikat hati wisatawan. Event ini, menurutnya, moment terbesar untuk dapat menikmati bahkan membeli hasil kerajinan tangan para pengrajin tenun yang memiliki corak dan motif indah.

Baca Juga :  Syukuri HUT, Gen Hijau Sumba Tengah Hijaukan Lingkungan

“Kesempatan ini menjadi penting untuk mendorong wisatawan-wisatawan berwisata dan membeli aneka barang antik di Sumba Barat Daya. Pameran kali sebenernya menjadi media untuk memamerkan karya bernilai seni tinggi dan juga mengenalkan produk unggulan daerah yang dapat memberikan nilai positif secara finansial bagi oara pelaku UKM jenis tenun ikat khas SBD,” paparnya.

Selain itu, Bupati SBD Markus Dairo Talu mengatakan event ini sebagai bentuk kesadaran masyarakat Sumba Barat Daya kembali mengenang para lelulur. Event ini juga, katanya sebagai wujud nyata Pemda SBD dan masyarakat mengembangkan nilai-nilai budaya dan pengembangan pariwisata.

“Saya apresiasi peristiwa hari ini sebagai wujud nyata kita melestarikan dan mengembangkan nilai budaya dan sekaligus sebagai bentuk promosi kepariwisataan,” imbuh Bupati.

Makna lain dari event ini katanya, sebagai ajang eksploitasi citra diri masyarakat Sumba Barat Daya tentang kecakapan, keterampilan dan kemahiran perempuan-perempuan Sumba di dalam merancang benang menjadi kain. Sedangkan untuk Laki-laki, event ini sebagai wadah memamerkan ketangkasan berkuda.

Di samping itu, lanjut Bupati Markus, pembangunan pariwisata tidak lepas dari kebudayaan. Kabupaten Sumba Barat Daya mempunyai berbagai potensi pariwisata yang patut di banggakan dan menjadi perhatian bersama dalam pelestariannya.

Baca Juga :  Warga Lima Desa Minta Pemerintah Perbaiki Jalan Nangaba-Kekajodho

“Banyak karya budaya masa lampau di SBD yang menarik minat para wisatawan. Inilah titik temu yang harus kita perhatikan, dan kita wajib berkontribusi menyanggah kebudayaan yang asli untuk kepentingan pariwisata. Kemajuan pariwisata di SBD ditentukan oleh kita semua, bukan karena pemerintah tetapi kesadaran kita merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk kesejahteraan masyarakat dan daerah,” ungkapnya.

Parade Kuda Sandlewood dan festival Tenun Ikat Sumba Barat Daya di hiasi oleh pentas seni budaya, pameran tenun ikat khas SBD dan lomba ketangkasan lempar lembing di atas kuda. (alf)

Comments

comments