PDP Asal SBD dirawat di RSUD Waikabubak

0
4663

Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Yulius Kaleka kepada Kiblatntt.com, Selasa (6/5/2020).

“Benar informasi itu, kita di SBD sudah ada satu orang berstatus PDP. Pasien tersebut saat ini sedang dirujuk di RSUD Waikabubak. Kemarin (4/5) yang bersangkutan dari Sumbawa menggunakan perahu turun di pasar ikan Karoso, ketika sampai di desa, Kepala Desa hubungi Puskesmas. Pada hari itu juga (malam) langsung ke Rumah Sakit Karitas Weetebula. Yang bersangkutan memiliki riwayat sakit seperti sesak napas, demam, batuk dan nyeri uluh hati serta mempunyai riwayat perjalanan dari zona merah. Pasien setelah tiba di RSUD, langsung di lakukan Rapid Test dan hasilnya reaktif,” jelasnya.

Lebih lanjut Yulius menjelaskan bahwa dirinya telah mendapat laporan resmi dari RSUD Waikabubak bahwa yang bersangkutan dinyatakan berstatus PDP.

“Selanjutnya akan di ambil sampel untuk dikirim ke Kupang untuk dilakukan Swab Test. Mudah-mudahan hari jumat nanti ada pesawat dari Kupang untuk menjemput sampel yang akan dikirim. Semoga hasilnya nanti negatif, dan semua yang lain itu kami akan ambil lagi sampelnya untuk dilakukan kembali swab test. Untuk saat ini, ODP total 214, dari jumlah ini yang dinyatakan sehat ada 191 orang, sedangkan yang masih dalam pemantauan ada 23 orang. Sedangkan pelaku dari daerah zona merah sebanyak 3043 orang, dan yang selesai melakukan karantina mandiri sebanyak 2714 orang. Sisanya ini kami masih melakukan pemantauan untuk terus melakukan karantina mandiri,” paparnya.

Baca Juga :  Kepsek Diduga Tilep Sejumlah Uang Pungutan Siswa

Lebih lanjut, Yulius menuturkan Pemerintah Daerah tengah berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus menggunakan masker dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Bahkan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kami lihat tidak menggunakan masker.

Munculnya salah satu warga SBD yang berstatus PDP, Anggota Komisi IX yang juga salah satu Anggota Tim Pengawasan Penanggulangan Bencana (Timwas) DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST angkat bicara. Menurut Ratu Wulla, kasus ini menjadi warning keras bagi masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Kalau sudah ada satu yang PDP ini warning keras bagi Gugus Tugas Kabupaten untuk lebih bekerja maksimal dalam rangka penangan pasien ini. Perlu ada karantina atau observasi terhadap pasien PDP ini yang berstandar WHO selama 14 hari agar dapat dipastikan nantinya pasien ini tidak positif. Dan ini memang menjadi kerja ekstra dari Pemerintah jika sampai sudah ada satu yang positif tentu akan ada penularan-penularan kepada masyarakat lain baik itu yang kontak fisik dengan PDP tadi,” ungkap politisi Nasdem itu.

Baca Juga :  Tinggal Di Gubuk Reot, Rumah Nenek Paruh Baya Ini Akan Di renovasi Pemdes

Ratu Wulla menghimbauan kasus ini menjadi kerja keras bagi gugus tugas covid-19 Kabupaten, Kecamatan dan juga tim medis untuk betul-betul dilakukan pemantauan dan harus dilakukan karantina berstandar.

“Sekarang kita sudah mendapatkan kemudahan karena di Kupang sudah ada laboratorium pemeriksaan Swab, tinggal kita mengambil sampelnya untuk di kirim ke Kupang. Gugus tugas harus melakukan upaya-upaya untuk memutus mata rantai Pandemi Covid-19, baik itu ODP yang berasal dari zona merah dan juga akses keluar masuknya masyarakat harus di perketat penjagaannya karena banyak jalan tikus yang mudah di lalui,” pintanya.

Ratu Wulla juga menyoroti ketersediaan APD. Menurutnya bahwa SBD ada dana sebesar 50 M yang harus segera mungkin untuk dialokasikan jangan hanya menunggu bantuan dari Pusat, mininal ada inisiatif daerah untuk mengalokasikan dana untuk kesediaan APD.

“Kasihankan tenaga medis mereka adalah gardah terdepan ketika mereka tidak dilengkapi dengan APD ini juga menjadi persoalan, ini yang harus menjadi perhatian. Saya juga meminta untuk tetap melakukan sosialisasi untuk social distangcing, sosialisasi PHBS kepada masyarakat, sehingga kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19. Dan juga himbauan kepada masyarakat untuk lebih menaati protokol kesehatan dari pemerintah. Jangan kita main-main dengan virus atau wabah yang menyerang kita, tetapi betul-betul untuk diperhatikan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tutupnya. (Alf)

Baca Juga :  Bupati Markus Kembali Membagikan Alsintan Gratis Kepada Poktan

Comments

comments