Pejabat Publik Harus Terbuka Terhadap Kritik

0
159

KIBLATNTT.COM, KUPANG —Menjadi pejabat publik seyogianya tidak boleh alergi terhadap kritik. Siapa saja berhak untuk mengoreksi, menilai, bahkan mengkritik. Pihak yang dikritik pun harusnya menerima itu sebagai masukan untuk berbenah, bukan balik menyalahkan yang memberi kritik.

Pernyataan ini dilontatkan anggota DPRD Rote Ndao dari partai Hanura, Feky Boelan kepada media ini melalui pesan whatsapp, Selasa (29/10/2019) petang. Menurutnya, sangat baik jika kritik itu ada, supaya pejabat atau pemerintah bisa bekerja dengan baik.

“Bagaimana mungkin pemerintahan bisa berjalan baik jika tidak ada kritik dan koreksi,” ungkap Fecky yang juga adalah mantan wartawan sebuah koran harian di NTT ini.

Feky menjelaskan, semua pihak punya tanggung jawab untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Sehingga, wajar  ketika ada yang belum beres, maka semua juga punya tanggung jawab untuk memperbaiki agar bisa lebih baik.

“Jangan alergi dengan kritikan. Justru kritik harus menjadi cambuk untuk bisa berbenah menjadi lebih baik,” cetusnya.

Feky Boelan juga menanggapi pernyataan mantan Bupati Rote Ndao dua periode, Leonard Haning dalam sambutannya pada penutupan Festival ‘Mulut Seribu’ yang menyebut bahwa orang-orang yang suka mengkritik pemerintah daerah adalah orang-orang cacat.

Baca Juga :  Ratu Wulla Sebut Empat Pilar Sebagai Nilai Dasar Bangsa dan Negara

“Itu adalah pernyataan yang naif dari seorang mantan bupati yang notabenya pejabat publik. Harusnya beliau (Leonard Haning) bisa menjadi contoh dan teladan bagi kami orang muda,” ungkap Feky.(*)

(Berita ini sudah tayang di berandanusantara.com dengan judul Feky Boelan: Pejabat Publik Tidak Boleh Alergi Terhadap Kritik).

Comments

comments