Pemkab Rote Ndao Belum Serius Promosikan Wisata Budaya

0
302

KIBLATNTT.COM, BA’A — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao dinilai belum serius mempromosikan wisata budaya yang ada di pulau terselatan Indonesia itu.

Demikian dikatakan ketua Fraksi Hanura, Erasmus Frans Sabtu (07/12/2019) di Hotel Anugrah pantai Nembrala Rote Barat.

“Saya menilai pemerintah kabupaten belum serius mendorong pengambangan pariwisata budaya. Simpel saja urusan ini sebenarnya. Pemerintah mungkin serius mengurus pemerintahan, lupa kalau ada raja–raja datang,“ katanya.

Menurutnya, budaya adalah objek yang baik yang mesti dirawat keberadaannya.

“Karena itu saya beranggapan apa yang telah dilakukan oleh tokoh adat Termanu adalah terobosan yang luar biasa ini diluar dugaan kami. Saya harap keberlangsungan budaya atau festival Batu Termanu akan terus berlanjut dan menjadi pendorong agar ada kemajuan budaya. Budaya itu membentuk keperibadian. Masyarakat harus membentuk karakternya melalui budaya, “katanya.

Sementara itu Anggota Fraksi Hanura sekaligus Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao Feky Boelan mengatakan sangat disayangkan sikap pemerintah kabupaten yang tidak hadir dalam acara pesta adat Termanu di pantai Fopo, Rote Tengah pada Jumad, 06 Desember 2019.

Baca Juga :  10 Kapal Nelayan di Pantai Katewel Hancur Diterjang Gelombang Pasang

” Tidak tahu apa alasan pemerintah kabupaten tidak mengirimkan utusannya untuk hadir pada acara yang juga dihadiri oleh Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), “katanya.

Menurutnya sangat disayangkan tidak ada perwakilan dari eksekutif daerah di Rote Ndao yang hadir dalam acara ini. Padahal kegiatan ini sangat positif dan bermartabat.

“saya maunya pemerintah melihat ini sebagai upaya dari lembaga adat untuk turut membantu pemerintah mengembangkan pariwisata. Ini bisa jadi sebuah destinasi wisata budaya selain wisata yang sudah kita miliki selama ini, “tegasnya.

Menurutnya, pemerintah Rote Ndao (eksekutif) mestinya melihat kehadiran para raja dan sultan dari berbagai wilayah kerajaan dan kesultanan di Indonesia itu sebagai ajang untuk lebih memperkenalkan Rote Ndao ke level Nasional dan dunia.

“Yang hadirkan para raja dan sultan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kalau penyambutan kita baik di sini pasti mereka akan menceritakan ke seluruh pelosok negeri tentang keindahan tanah Rote. Ini potensi wisatanya luar biasa, kami mengapresiasi tokoh adat Termanu yang berhasil menggelar seluruh rangkaian pesta adat ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Ikalsabda Jakarta Bantu Bahan Bangunan untuk Warga SBD

Menurut Feky Boelan, pemerintah harus mendorong pesta adat atau festival Termanu sehingga menjadi sebuah destinasi wisata unggulan baru.

“Pemerintah harus memberi dukungan, seperti bantu pendanaan untuk lebih memperomosikan festival batu Termanu,” katanya.(lya)

Comments

comments