Penyuluh Pertanian Pajale SBD dapat Pelatihan Dari BBPP Kupang‎

322
4495

Tambolaka — Guna meningkatkan produktifitas pajale (Padi, Jagung dan Kedelai) di SBD, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang memberikan bimbingan teknis kepada seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten SBD, Rabu (18/10/2017) siang di balai penyuluhan pertanian Kecamatan Kota Tambolaka.

Kegiatan itu juga dalam rangka menyukseskan program Upaya Khusus (UPSUS) kepada penyuluh pertanian sehingga kedepannya penyuluh yang mengikuti Bimtek saat ini akan menjadi pendamping khusus Upsus Pajale. 

Dalam sambutannya Kabag Umum BBPP Kupang ‎H. Muhamad Ukkas,‎ mengatakan jika BBPP Kupang mendapat alokasi dana khusus APBNP tahun 2017, untuk bekerja sama dengan lima Pemerintah Daerah Propinsi yakni Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, NTB, dan NTT dalam rangka Bimtek dan tematiknya kepada para penyuluh pertanian Pajale. 

“Sudah empat Propinsi yang BBPP lakukan Bimtek dan tematiknya, tinggal Propinsi NTT saat ini. Untuk NTT ini yang pertama di SBD selama tiga hari,” jelasnya.

Muhamad Ukkas berharap selama tiga hari pelatihan itu, penyuluh benar-benar memahami isi materinya sehingga ketika turun ke masyarakat, penyuluh telah menguasai teknik-teknik peningkatan produktifitas Pajale mulai dari pra produksi sampai pada tingkat panen. 

Baca Juga :  Kades Pada Eweta Dinilai Tidak Prosedural Memberhentikan Aparat Desa ‎

“Mudah-mudahan dengan adanya Bimtek ini, penyuluh sudah siap untuk membimbing petani,” harapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultural dan Perkebunan SBD, Herman Gono Ate mengatakan untuk Kabupaten SBD sendiri tahun ini terjadi kenaikan luasan lahan untuk tanaman kacang kedelai. 

“Tahun kemarin untuk kacang kedelai sendiri dari 400 Ha meningkat menjadi 800 Ha lahan yang di pakai, tetapi menyebar di keseluruhan wilayah. Dengan demikian tentunya tahun ini kita berharap agar peningkatan lebih lagi, agar dapat meningkatkan produktifitas,”harapnya. (red)

Comments

comments