Perangi Covid-19, Partai Hanura SBD Minta Pemkab SBD Segera Eksen

0
345

KIBLATNTT.COM, TAMBOLAKA — Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani (Hanura) Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanes Ngongo menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya masih lamban mengatasi penyebaran Covid-19. Menurut Yohanes sudah saatnya Pemda lebih pada tindakan bukan lagi perencanaan.

“Pemda harus lebih sigap dan cepat mengambil kebijakan mengatasi covid-19, bukan berarti selama ini tidak bergerak tetapi masih lamban. Jangan sampai masyarakat kita sudah sekian yang terpapar baru kita tangani. Sudah saatnya kita eksen bukan lagi berteori. Sebab Virus ini lebih mematikan dari virus lainnya,” sebut Yohanes Ngongo kepada Kiblatntt.com, Sabtu (2/5/2020) di kediamannya.

Sejauh ini menurut Yohanes, Partai Hanura telah berupaya membantu Pemerintah Daerah dan tenaga medis memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami dari Partai Hanura siap mendukung Pemda selagi berjalan sesuai aturan dan pro kepada rakyat. Bentuk dukungan kami lakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako kepada masyarakat tidak mampu yang berada di Desa Karuni, Desa Ramadana, Letekonda, Letekonda Selatan, Totok dan Desa Bondo Boghila yang berada di Kecamatan Loura. Kami bergerak tidak sendirian, kami bergerak bersama Yayasan, Gereja dan Rotary Club,” papar politikus Hanura itu.

Baca Juga :  Marius: Masyarakat Jangan Ambil Kesimpulan Sendiri

Yohanes menambahkan, selain penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako ala kadarnya, Partai Hanura juga bersama Rotary Club membagikan APD berupa masker kepada pedagang di pasar Omba Komi. Menurutnya, melawan Covid-19 tidak bisa berjalan sendiri dan harus berkolaborasi dengan semua pihak.

“Kemampuan manusia terbatas, apa yang bisa kami buat ya kami laksanakan selebihnya kami serahkan kepada Tuhan, karena semua beliau yang serahkan. Ini murni peduli covid, bantuan ini bukan dalam rangka kampanye, karena ada surat dari DPP yg menegaskan semua DPC membentuk satgas di setiap ranting PAC,” katanya.

Yohanes berharap kegiatan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako, dapat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dia pun meminta semua pihak tetap bahu membahu, hilangkan perbedaan, dan mari bersama berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Warga juga harus sadar, bahwa pola hidup bersih itu penting dan imun tubuh harus di jaga.

“Saat ini sudah 9 orang Positif Covid-19 hasil swab test. Artinya kita NTT sudah zona merah. Kesadaran masyarakat serta mengikuti Protokol kesehatan anjuran pemerintah salah satu cara mencegahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Ada Damkar, Gudang Barang Berlantai Dua Di Rote Hangus Terbakar

Di tengah mewabahnya Covid-19, masyarakat kini ditakuti lagi dengan adanya virus baru yang bernama African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi. Virus ASF menurut politisi Hanura itu ada kemiripan dengan Covid-19.

“Virus ASF ini ada kemiripan dengan Covid-19. Justru virus ASF penyebarannya lebih cepat karena melalui udara. Saya menghimbau kepada masyarakat agar jangan membuang babi mati di tempat umum. Artinya bahwa mari bersama kita berantas virus-virus ini. Saya sangat menyayangkan begitu banyak babi mati yang di buang di seputaran hutan rokaraka, hutan wisata watukagorok dan sepanjang jalan pantura,” bebernya.

Yohanes meminta agar babi yang telah mati terserang virus mematikan ini sebaiknya di kubur atau dibakar. Selain itu, dirinya menghimbau agar masyarakat jangan lagi menjual atau membeli daging babi di pasaran.

“Dinas Peternakan harus lebih sigap mensosialisaikan dampak dari virus ASF ini. Babi yang mati jangan lagi kita jual dagingnya, itu berdampak pada kesehatan manusia juga,” harapnya.(alf)

Comments

comments