Polisi Terkesan Menutup Kasus Sabung Ayam di Loura

0
1456

Tambolaka — Sekitar 15 Anggota Polisi Polsek Urban Loura menggerebek sabung ayam dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan beberapa pelaku di Kampung Puu Naga, Kelurahan Weetobula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Minggu (11/11/2018) pukul 16.00 wita.

Dalam aksi penggerebekan tersebut, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, sekitar dua puluhan kendaraan roda dua, lima buah mobil dan sepuluh ekor ayam bersama dengan beberapa pelaku sabung ayam. Polisi tiba di lokasi sabung ayam di saat pertandingan sudah mencapai ronde kelima.

Kapolsek Urban Loura, Kompol I Ketut Mastina ketika di hubungi, Senin (12/11/2018) justru mengalihkan panggilan seluler wartawan media ini.

Kasiwas Polres Sumba Barat, Aiptu Jeimzar mengaku telah mendengar adanya penggerebekan oleh Polsek Urban Loura di lokasi perjudian sabung ayam. Namun, kasus tersebut belum sampai di meja Kapolres Sumba Barat.

“Saya sudah dengar adanya penggerebekan, tetapi belum sampai di meja pimpinan saya,” katanya saat dihubungi kiblatntt.com via telepon seluler sore itu.

Baca Juga :  DPMD Tekankan Seluruh Desa Wajib Memiliki Profil

Aiptu Jeimzar menegaskan jika kasus sabung ayam di SBD tidak di proses, maka Polisi berikan ruang kebebasan bagi masyarakat terus melakukan perjudian. Barang bukti sudah lengkap, sudah dapat di proses.

“Kasus ini kalau tidak di proses, nama baik lembaga Kepolisian di tengah masyarakat Weetobula/Loura bisa rusak. Polisi kalau sudah kantongi barang bukti, tersangka sudah dapat apalagi banyak saksi mata yang melihat, sudah bisa di proses. Tugas Polisi itu, tegakkan hukum,” tegasnya.

Menurutnya berjudi ini bukan masalah mengisi waktu senggang, tetapi yang terjadi selama ini justru berjudi sudah di jadikan sebagai salah satu mata pencaharian besar. Penangkapan ini harus dijadikan efek jerah.

“Ya, setidaknya adalah efek jerahnya atau hukumannya. Lebih parahnya lagi kalau berjudi ini dijadikan mata pencaharian, ini lebih rumit lagi,” imbuhnya.

Disinyalir adanya rencana perdamaian antara terduga pelaku dengan pihak Kepolisian, menurut Aiptu Jeimzar itu adalah pungli, dan Polisi tidak boleh seperti itu.

“Wah itu adalah pungli. Percuma sudah saya sosialisasi di masyarakat stop pungli segala macam. Masyarakat nanti bilang apa terhadap kita Polisi, kita yang sosialisasi kita lagi yang lakukan, itu apa coba. Ini kita sosialisasi keluar terus di Portal NTT itu, bikin malu-maluin saja kita ini,” katanya.

Baca Juga :  PDAM Tirta Komodo Serius Benahi Pelayanan di IKK Cancar

Wakapolres Sumba Barat, Kompol Yohanis Nisa Pewali ketika dihubungi, kaget mendengar adanya penggerebekan tersebut. Dirinya meminta agar awak media langsung bertemu Kapolres sepulang dari Kupang nanti.

Informasi yang di himpun media ini salah seorang terduga pelaku berinisial FL yang melarikan diri saat penggerebekan sampai dengan saat ini, Polisi masih terus melakukan pencarian. (gus/alf/qi)

Comments

comments