Ratu Wulla Sebut Empat Pilar Sebagai Nilai Dasar Bangsa dan Negara

0
279

KIBLATNTT.COM, WAETABULA — Anggota MPR RI, Ratu Wulla Talu, ST menegaskan dalam konteks kekinian, penting dicermati tantangan-tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi ditengah kemajemukan bangsa.

Hal itu diungkap Anggota MPR RI, Ratu Wulla Talu dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Cafe dan Resto Ro’o Luwa-Sumba Barat Daya, Selasa (26/11/2019) siang.

Kegiatan 4 Pilar Kebangsaan yang digelar oleh Anggota MPR RI itu dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh Agama, Anggota DPRD SBD, Partai Politik, Ketua DPD Partai Nasdem, dan Danramil 1613/02 Laratama.

Ratu Wulla memaparkan bahwa generasi saat ini sangat penting memahami 4 Pilar Kebangsaan itu sebagai nilai dasar bangsa dan negara. Menurutnya bahwa 4 pilar kebangsaan ini telah didengungkan pada tahun 2002 dan terkenal dimasa kepemimpinan Taufik Kiemas.

“Ini bukan hal baru yang kita lakukan tetapi sudah dari tahun 2002, namun baru pertama kali kita lakukan di Sumba Barat Daya – NTT,” papar Ratu.

Empat pilar kebangsaan menurut Ratu Wulla, sebagai fondasi dan tiang berdirinya sebuah bangsa yang kokoh yang menjamin seluruh hak rakyatnya.

Baca Juga :  Kabupaten Kupang Penerima Rastra Terbesar di NTT

“Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. 4 pilar kebangsaan ini mesti dimaknai walaupun memiliki fungsi dan konteks yang berbeda,” katanya.

Ratu Wulla menegaskan, Anggota DPR saat ini sedang berupaya mengembalikan pelajaran PMP yang dulu ditiadakan agar kembali di pelajari oleh generasi muda.

“DPR saat ini sedang berupaya mengembalikan pelajaran PMP agar generasi muda kembali mempelajari 4 pilar kebangsaan ini. Sehingga Pancasila sebagai nilai dasar, ideologi negara dan penyokong kekokohan Bangsa tidak mudah luntur. Begitu pula dengan pilar kw dua UUD 1945 sebagai dasar hukum, aturan dasar, norma dasar yang paling fundamental sifatnya. Sedangkan pilar ke tiga NKRI adalah merupakan bentuk sebuah negara. Dan pilar keempat Bhineka Tunggal Ika merupakan pilar yang menjamin perbedaan,” jelasnya.(alf)

Comments

comments