Ribuan Hekta Are Lahan Sawah dalam RPJMD Tidak Ditanam, Ekonomi Masyarakat Makin Sulit

0
240

Masalah perekonomian masyarakat akan semakin kurang menggembirakan karena kalau kita data RPJMD kita punya persawahan itu kurang lebih ada puluhan ribu hektar di seluruh Kabupaten Kupang tidak menanam.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun, Sabtu (22/02/2020) di rumahnya.

“Kemarin saya lihat dan saya tanya-tanya termasuk juga di sumlili pada saat musrembang itu ada kurang lebih ratusan hektar sawah tapi tidak di tanam semua tidak menanam. Persoalan ini akan membuat situasi perekonomian di Kabupaten Kupang semakin buruk karena kalau satu tahun ini katakan petani tidak menanam karena masalah air maka uang kurang lebih 100 milyar menurut saya hilang tengah-tengah masyarakat. Karena hitungan saya itu perhektar sawah menghasilkan gabah kurang lebih tujuh sampai tujuh setengah ton dan menghasilkan beras lima ton kita kalau konfersi ke rupiah satu kilogram 10 ribu maka satu hektar itu dia menghasilkan uang lima juta kalau seribu hektar tidak tanam maka menghilangkan uang dari tengah-tengah masyarakat itu kurang lebih 50 miliar kalau 20 ribu hektar berarti 100 miliar jadi ini yang sangat mendorong ekonomi kita karena mayoritas masyarakat Kabupaten Kupang itu adalah petani “katanya.

Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi karena ini kategori bukan gagal panen tapi gagal tanam solusinya harus bagaimana. Pemerintah harus betul cakap melihat persoalan ini

“Kalau tidak kita jangan bicara stanting, kita jangan bicara human trafficking kalau ekonomi rakyat ini kurang mengimbangi. maupun persoalan sosial lainnya karena air dia akan menghasilkan sumber daya manusia, air akan menurunkan angka stanting, air akan menurunkan angka kemiskinan, air akan menurunkan angka penjualan manusia atau human trafficking,
maupun persoalan sosial lainnya.
Karena persoalan sosial itu akan tumbuh apabila masyarakat mengalami kemiskinan orang bisa saja nekad.
itu yang barang kali menurut saya kita harus bagaimana bersama pemerintah melihat persoalan ini sehingga paling kurang sudah ada satu planning kedepan untuk kita jangan lagi main-main dengan kondisi air, “tegasnya

Baca Juga :  Sentuhan Kasih Ratu Wulla Kepada Warga Muslim di SBD

Ia menjelaskan Karena air ini kalau di Kabupaten Kupang air mengantar ke bahagian dalam rumah tangga, air mengantar sumber daya manusia, air menghantar kesehatan bagi masyarakat, air menghantar masalah sosial timbulnya positif negatif air jadi patokan karena rata-rata kalau petani tidak menanam artinya bahwa pendapatan petani tidak ada orang bisa bercerai karena tidak ada uang di rumah, bisa timbul KDRT karena tidak ada uang di rumah uang ini bisa kalau air ada. Jadi ini persoalan-persoalan yang sebenarnya kalau kita lihat dari start sampai finish ini bagaimana kita mendorong sehingga saya minta corinus Masneno sebagai Bupati Kupang dan Jerry Manafe sebagai Wakil Bupati harus melihat persoalan ini karena kedepan ini akan menjadi persoalan utama

“Percuma kalau kita cuma dorong infrastruktur kebutuhan umum tapi kebutuhan pokok seperti infrastruktur air, bangunan-bangunan air, kita tidak dorong itu sangat bahaya itu yang mungkin sebenarnya kita harus merenungkan sehingga ke depan tuh planning Bupati punya visi misi yang dituangkan dalam RPJMD selama 5 tahun itu saya lihat ini bisa berhasil bisa tidak kalau katakan kita tidak lebih fokus di pertanian, “ujarnya.

Ia mengatakan kita tahun 2020 fokus di pariwisata silakan saja itu keputusan daripada pemerintah dan suara mayoritas.

Baca Juga :  Pacuan Kuda jadi Pembuka Festival Termanu 2019

” Tapi saya sebagai anggota DPR saya lebih condong kita dorong pertanian dulu karena pertanian ini menggerakan ekonomi rakyat. Pariwisata kalau saya pikir kalau orang ini punya ekonomi bagus baru dia berwisata. Sehingga kalau.kita lihat dari lima program pemerintah ini betul-betul kita harus menyusun dari stars sampai finish menurut saya starsnya harus pertanian dulu baru peternakan, “katanya.

Menurutnya, Pertanian, peternakan itu menjadi dasar dulu karena mayoritas masyarakat Kabupaten Kupang adalah petani dan peternak kemudian perikanan jadi yang menyentuh kampung tengah dulu jangan kita melihat hal yang tidak menyentuh kampung tengah (perut).

“Saya sudah tiga periode ini saya lihat penyusunan yang cukup perlu ada koreksi yang cukup bagus, keraslah janganlah kita berpikir terbalik kalau kita berpikir berbalik maka indikator kita dalam RPJMD untuk menurunkan angka kemiskinan ke 20 persen itu mustahil, sangat-sangat mustahil.jadi ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Saya kalau lihat ini dibiarkan terus tidak fokus kepada kebutuhan Kampung Tengah maka kita Jangan berpikir anak-anak ke depan punya masa depan, kecerdasan, sumber daya manusia sebagai motor penggerak kebangkitan Negeri ini kebangkitan dari pada masyarakat, “katanya.

kita kemarin itu minta untuk lebih bagus kita fokus kepada bangunan air. Jangan lagi hujan itu kita biarkan buang kelaut kita fokus sudah di air dan pertanian karena masyarakat ini dia kalau tidak menanam karena tidak air itu bukan kesalahan dia tapi kalau ada air kemudian tidak menanam itu pemalas rakyat pemalas jadi semestinya faktor kampung tengah, faktor kesejahteraan suami istri akan lengket seperti perangko dalam rumah apabila ekonomi bagus. Jangan sampai maitua mau minta beli softek saja uang tidak ada atau mau beli makan minum dalam rumah untuk kebutuhan sehari-hari uang tidak ada ini menjadi persoalan utama yang harus kita pikirkan Kita sebagai eksekutif dan legislatif ini tidak kemudian kita berpikir yang darifinish ke stars harus kita pikir dari stars ke finish berkelanjutan itu.menjadi hal utama

Baca Juga :  Korem 161/Wira Sakti Gelar Perkemahan

“Saya tidak respon kemudian kita memulai dari hal yang tidak menyentuh ekonomi karena dampak utamanya adalah sumber daya manusia. orang akan putus sekolah apabila tidak ada uang, orang akan berhenti kuliah apabila tidak ada uang ini akan membawa satu perubahan kehidupan yang dimana generasi-generasi penerus ini akan kalah bersaing dengan generasi lain, “tegasnya.

Suatu bangsa di dunia ini seperti negara-negara maju Amerika, Eropa itu mereka membangun pertanian itu dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan pengetahuan sumber daya manusia yang tingkat tinggi makanya sampai sekarang Amerika punya teknologi pertanian sudah sampai ke Kupang misalkan apel California, pisang belum buah-buah lain lagi jeruknya itu karena pertanian mereka sudah bagus. dulu America dorong pertanian itu betul-betul secara maksimal sehingga mereka menghasilkan uang yang banyak kemudian mereka menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah yang bisa memberikan sumber daya manusia yang sangat luar biasa dan mereka menguasai dunia itu yang kita harapkan. Jangan kemudian kita berpikir terbalik kalau kita berpikir terbalik maka kita jangan bicara stanting kekurangan gizi atau gagal tumbuh balita karena kekurangan gizi ini kita jangan bicara karena orang miskin saja yang akan kekurangan gizi (Lya)

Comments

comments