Rutan SoE Gandeng BNNP NTT Melakukan Tes Urine Petugas

0
74

KIBLATNTT.COM, SOE — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B SoE menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) melakukan tes urine petugas Rutan SoE. Selain tes urine juga dilakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kementerian Hukum dan HAM RI, sehingga pihak Rutan SoE mengajukan permintaan melalui surat maka sesuai surat Kepala Rutan Kelas II B SoE Nomor W22.EH.PK.01. 01.01-825 kepada Kepala BNNP NTT Brijend. Pol. Teguh Iman Wahyudi, SH.MM.

Kegiatan pemeriksaan urine dan sosialisasi ini dipimpin Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara, SH.MHum, bersama tim. Dimana hal ini juga dilakukan sebagai wujud komitmen dan peran aktif instansi pemerintah dalam pelaksanaan P4GN sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya advokasi dalam rangka percepatan implementasi RAN P4GN tahun 2018 – 2019 yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan tujuan untuk memastikan setiap lingkungan dan pegawai bersih dari penyalahgunaan narkoba serta sebagai upaya menciptakan ASN yang bersih dan berwibawa.

Pelaksanaan sosialisasi dan tes urine narkoba untuk deteksi dini ini diawali dengan sambutan Kepala Rutan SoE, Lukas L. Frans,  didampingi Kepala Keamanan Pengamanan Rutan, Elia S. O. Selly.

Baca Juga :  MDT Berharap Semua Tanah Di SBD Bersertifikat

Kepala Rutan Kelas II B SoE, Lukas L. Frans, Jumat (11/10/2019) di Aula Rutan Kelas II B SoE menguraikan, kegiatan ini merupakan komitmen dan wujud nyata kepedulian jajarannya dalam lingkup Kementerian Hukum dan HAM, dalam memberantas dan mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkotika dalam lingkup Rutan Kelas II B SoE serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Saat ini Lapas/Rutan masih menjadi sorotan semua pihak termasuk media massa karena banyak sekali terjadi kasus-kasus narkotika yang terjadi di Lapas/Rutan termasuk di dalamnya keterlibatan oknum-oknum petugas Lapas/Rutan itu sendiri yang sudah dan banyak diungkap oleh BNN dan Polri. Oleh karena itu upaya sosialisasi dan deteksi dini ini sangat diperlukan dalam membangun komitmen dan pemahaman dari rekan-rekan semua di Rutan Kelas II B SoE dalam mencegah dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Selanjutnya Lukas menekankan, apabila dalam pemeriksaan oleh tim BNNP NTT dan ditemukan ada petugas yang positif menggunakan Narkotika maka akan diambil tindakan keras sesuai peraturan yang berlaku di lingkup Kementerian Hukum dan HAM dan dalam menyambut HUT Kementerian Hukum dan HAM salah satu komitmen adalah bersih Narkoba di semua Satker.

Baca Juga :  IWAPI SBD di Harapkan Mendobrak Perekonomian Masyarakat

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNNP NTT melalui Kepala Seksi Pencegahan atas kedatangan di Rutan Kelas II B SoE dan kerjasama yang sudah dibangun selama ini dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba serta dalam meningkatkan pemahaman rekan rekan di rutan akan bahaya narkoba,” ujarnya.

Selanjutnya pada kesempatan ini Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara menyampaikan terima kasih atas hubungan kerja yang sudah berjalan selama ini, sekaligus memberikan arahan dan sosialisasi kepada seluruh petugas rutan bahwa bahwa narkoba saat ini sudah masuk dalam semua lapisan masyarakat dan semua sektor oleh karena itu kita perlu selalu waspada termasuk dalam Rutan.

“Hasil penelitian BNN RI selama ini mayoritas hampir semua kasus pengungkapan dan penangkapan serta peredaran narkoba di Indonesia saat ini dikendalikan dari dalam Lapas/Rutan oleh para Narapidana maupun termasuk oknum-oknum petugas itu sendiri,” katanya.

Ia juga menyampaikan tentang bahaya narkoba bagi karier dan masa depan para petugas maupun keluarganya termasuk upaya-upaya pencegahan yang harus dilakukan dan berharap dengan adanya banyak regulasi tentang fasilitasi P4GN maka program P4GN di lingkup Rutan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Ketika Mama Emi Sujud di Depan Kapela Tuan Ma

Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan pengarahan teknis/prosedur pelaksanaan tes urine oleh Dokter Klinik Pratama BNNP NTT, dr. Daulat A. Samosir, yang dimulai dari registrasi, pengambilan pot sampel urine dan pengembalian ke petugas serta kepada petugas Rutan diminta untuk menyampaikan kepada petugas apakah ada mengkonsumsi obat obatan selama seminggu kebelakang, untuk menjadikan bahan perbandingan atau konfirmasi yang dapat dipertanggung jawabkan apabila dalam pemeriksaan ternyata “Positif”.

Kepala Rutan Kelas II B SoE menjadi orang pertama yang melakukan registrasi dan mengambil sampel urine dengan disaksikan langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT bersama Tim kemudian selanjutnya diikuti oleh 41 orang pejabat dan pegawai Rutan dari Total 50 orang (4 orang cuti dan 4 orang lepas piket).

Adapun hasil pemeriksaan urine kepada 42 orang tersebut dengan menggunakan rapid test urine tujuh parameter diperoleh hasil bahwa seluruhnya *”Negatif”* atau *tidak terindikasi menggunakan zat Narkotika apapun*.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa lingkungan kerja Rutan Kelas II B SoE sudah turut menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan siap berkomitmen untuk mendukung BNNP NTT dalam upaya pelaksanaan program P4GN di Provinsi NTT.(*/lya)

Comments

comments