Serapan Tenaga Kerja di Sumba Timur Meningkat

0
310

KIBLATNTT.COM, WAINGAPU —

Serapan Tenaga Kerja di Sumba Timur Meningkat Signifikan

Jumlah tenaga kerja yang terserap di wilayah Kabupaten Sumba Timur dalam beberapa tahun terakhir meningkat cukup signifikan. Pertumbuhan serapan tenaga kerja ini terjadi karena adanya sejumlah investor yang mulai berinvestasi di Sumba Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Sekretaris Asosiasi Pekerja Indonesia (Apindo) Kabupaten Sumba Timur, Donatus Hadut menyampaikan hal ini kepada wartawan, Rabu (16/10/2019). Dijelaskannya sebelum adanya beberapa investasi di Sumba Timur, serapan tenaga kerja berjalan cukup stagnan. Namun kemudian mulai bertumbuh antara dua hingga tiga persen saat adanya investasi perusahaan air mineral Aguamor dan Bunafit.

“Sebelumnya memang serapan tenaga kerja kita di Sumba Timur cukup stagnan. Namun kemudian mulai adanya investasi air mineral dan beberapa investasi lainnya, mulai ada pertumbuhan sekitar dua sampai dengan tiga persen,” urainya.

Ketua Paguyuban Manggarai di Sumba Timur ini menambahkan, pertumbuhan serapan tenaga kerja terbesar baru terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sejak adanya investasi pada perkebunan cengkeh dan kemudian investasi pembukaan kebun tebu yang dilakukan oleh PT Muria Sumba Manis (MSM) di wilayah Desa Wanga, Kecamatan Umalulu.

Baca Juga :  Kepsek Satap Gokata Akui Telah Mencuri Beberapa Item Pekerjaan

“Setelah ada perkebunan cengkeh dan juga masuknya PT MSM itu baru cukup signifikan serapan tenaga kerja kita di Sumba Timur, yakni sekitar 25 hingga 30 persen peningkatannya,” jelasnya.

Mengenai jumlah total pekerja tetap dan tidak tetap di Sumba Timur saat ini, mantan Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kabupaten Sumba Timur ini memperkirakan saat ini sudah mencapai diatas 3000 tenaga kerja swasta tetap dan juga tenaga kerja tidak tetap. Namun angka ini belum termasuk jumlah tenaga kerja harian lepas yang bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Sumba Timur.

“Kalau kita mau hitung secara keseluruhan dengan tanaga kerja harian lepas, termasuk para pekerja yang ada di Sumba Timur, angkanya bisa mencapai 10 ribu pekerja. Tetapi tenaga-tenaga kerja di proyek itu biasanya bekerja sekitar tiga bulan, lalu kemudian tidak lagi. Jadi kita hitung pekerja yang menerima gaji tetap setiap bulan, itu untuk Sumba Timur sekitar 3000 lebih,” tandasnya.

Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur, Umbu Hapu Mbeju yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/10/2019) mengenai hal ini membenarkannya. Menurutnya, jumlah tenaga kerja yang ada saat ini di Sumba Timur terus bertumbuh, seiring dengan masuknya sejumlah investor yang berinvestasi di Sumba Timur.

Baca Juga :  Syukuri HUT, Gen Hijau Sumba Tengah Hijaukan Lingkungan

“Pertumbuhan serapan tenaga kerja di Sumba Timur cukup signifikan di lima tahun terakhir. Dan yang paling signifikan itu ada di PT MSM, karena luas lahan perkebunan tebu yang ada cukup luas, dan ada target kerja yang diberikan perusahaan kepada setiap pekerja kebun, sehingga tenaga kerja kita bisa mendapatkan upah dengan memenuhi target kerja yang ada, bahkan jika melampaui targetnya bisa dapat upah lebih besar,” jelasnya.

Mengenai serapan tenaga kerja lokal Sumba Timur, diakuinya belum terlalu signifikan walau pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke tingkat kecamatan. Karena itu, diakuinya sebagian pekerja swasta yang ada di Sumba Timur saat ini, merupakan tenaga kerja dari tiga kabupaten lain di dataran Sumba, dan juga ada yang berasal dari luar Pulau Sumba.

“Kita sudah lakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan, bahkan teman-teman kita di DPRD juga kita ajak untuk sosialisasikan keberadaan perusahaan-perusahaan yang ada, termasuk PT MSM yang membutuhkan ribuan pekerja. Namun respon masyarakat dan tenaga kerja kita yang masih kurang, sehingga kita perlu terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya.(eho)

Baca Juga :  Diduga Judi Sabung Ayam, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Comments

comments