Warga Desa Kadi Wano Antusias Ikuti Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga

0
228

Tambolaka – Ratusan masyarakat Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi program pembangunan keluarga tahun 2020 bertempat di Kantor Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten SBD, Senin (16/3/2020).

Sosialisasi itu dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, Kepala Perwakilan BKKBN Nusa Tenggara Timur Marius Mau Kuru, SE, M.Ph, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Daud L. Umbu Moto, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten SBD, Markus Dairo Talu, SH, Camat Wewewa Timur Timotius B. Lero, Kepala Desa Kadi Wanno Hendrikus B. Rewa.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marius Mau Kuru menyarankan agar orang tua mengingatkan serta mendidik anaknya menjadi generasi yang berkualitas. Hal tersebut dilakukan agar generasi milenial siap menghadapi bonus demografi tahun yang akan datang.

“Lambat laun Indonesia akan dihadapkan oleh bonus demografi, di mana usia produktif akan lebih banyak daripada usia non produktif. Maka dari itu, kita sebagai orangtua harus mengarahkan dan membentuk anak-anak kita dan mempersiapkan generasi-generasi hebat di masa mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Dekatkan Sumber Air, Sumba Barat Kerja Sama Dengan Australia

Ia menyarankan, generasi muda memperhitungkan secara matang usia pernikahan. Menurutnya usia perkawinan bagi perempuan di atas usia 21 tahun dan laki-laki di atas 25 tahun.

“Pembangunan keluarga secara mendalam menekankan tentang usia ideal pernikahan, wanita 21 tahun dan laki laki minimal 25 tahun,” ujarnya.

Selain memperhitungkan usia pernikahan, pasangan suami istri juga hendaknya memperhitungkan usia akan hamil dan jarak kelahiran. Menurut dia, melahirkan yang terjadi pada usia masih dini akan berisiko terhadap kesehatan ibu.

Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST menuturkan, perhitungan usia pernikahan dan melahirkan bertujuan mewujudkan pengendalian penduduk dan keluarga yang berkualitas.

“Kalau tidak dikendalikan bisa jadi pada 25 tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk Indonesia,” tuturnya.

Katanya, Kepadatan penduduk akan berpengaruh terhadap beberapa sektor, seperti ekonomi dan kebutuhan lahan perumahan. Kemudian, pendidikan generasi muda dan berkurangnya lapangan kerja untuk generasi-generasi mendatang.

“Mari satukan pola pikir kita untuk menghadapi ini, didik anak-anak untuk memersiapkan generasi hebat 100 tahun Indonesia sampai pada tahun 2045,” harapnya.

Baca Juga :  74 Anggota Paskibra SBD Resmi Dikukuhkan

Comments

comments