Warga Keluhkan Lambannya Pengerjaan Jalan Ramadana-Ombaloko

0
515

Tambolaka, Kiblatntt.com — Warga masyarakat Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengeluhkan lambannya pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan Ramadana-Ombaloko. Pasalnya setelah membentang sirtu, kontraktor tidak melanjutkan pekerjaannya, bahkan tidak menyiramnya sehingga menyebabkan masyarakat harus menghirup udara bercampur debu yang beterbangan ditiup angin setiap hari.

Hal ini sebagaimana disampaikan anggota DPRD Kabupaten SBD, Yohanes Routa Geli saat dihubungi Kiblatntt.com, Selasa (10/9) lalu. Dijelaskannya, belanja konstruksi peningkatan dan pemeliharaan jalan Ramadana-Ombaloko, Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten SBD ini senilai Rp 2.340.498.976.89. Namun pengerjaannya terhenti sejak beberapa waktu lalu, setelah diuruk sirtu. Karenanya masyarakat mengharapkan pengerjaan proyek ini segera diselesaikan agar tidak terus menyebarkan debu bagi warga masyarakat setempat.

“Kami setuju Pemerintah SBD melakukan pelebaran jalan, tetapi yang kami keluhkan adalah tindak lanjut rekanan untuk melanjutkan pekerjaan ini agar cepat diselesaikan. Apalagi jalur ini menuju ke Puskesmas Radamata,” ungkap Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, politisi Partai NasDem ini.

Menurut pria yang akrab di sapa Yonis itu menambahkan, pengerjaan proyek pemeliharaan jalan Ramadana-Ombaloko itu sudah lama berlangsung sejak 1 Juli 2019 lalu. Namun hingga saat ini baru sampai pada tahap pembentangan sirtu dan belum dilanjutkan pada pembentangan aspal. Bahkan, dirinya menduga ada ketidaksesuaian material sirtu sehingga menyebabkan ruas jalan tersebut kini sangat berdebu.

Baca Juga :  Warga Nuntut Pemkab Selesaikan Persoalan Paud Desa Laga Lete

“Materialnya menurut saya tidak tepat, itu sertu halus berdebu. Kami disini sudah makan debu, rekanan tambah kasih makan lagi kami debu. Makanya beberapa waktu lalu saya tegur kontraktor untuk ganti sertunya. Ini sudah dua bulan lebih dibiarkan seperti ini. Kemarin saya telephon kontraktor katanya masih sibuk, nanti sore baru pergi lihat, tapi sampai sekarang tidak ada,” terang Yonis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kabupaten SBD, Samuel Boro, yang dikonfirmasi Kiblatntt.com terkait lambannya penyelesaian proyek ini mengaku belum melihat sendiri pengembangan proses pekerjaan itu. Dirinya juga mengaku akan memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut untuk menegaskan kepada kontraktor agar menyiram jalan yang berdebu tersebut.

“Saya belum lihat sendiri. Terima kasih karena sudah membantu kami memberikan informasinya. Saya akan perintahkan PKK untuk selalu perhatikan jalan itu, kalau berdebu kita akan siram dengan air,” imbuhnya singkat.

Sementara data yang dihimpun media ini dari pemenang lelang di LPSE adalah CV. Sinar Terang Jaya beralamat Radamata – Sumba Barat Daya, dengan No. Kontrak : 106/PPK.1-BM/PUPR/SBD/VII/2019, dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari terhitung mulai 1 Juli hingga 27 Nopember 2019.

Baca Juga :  Memasuki Musim Tanam, MDT Imbau Masyarakat Persiapkan Lahan

Kontraktor pelaksana, CV. Sinar Terang Jaya yang dihubungi, Rabu (11/9) menjelaskan tertundanya pekerjaan tersebut lantaran alat berat (Gresel) masih berada di Sumba Tengah, dan juga masih menunggu coran deker mengering. “Alat masih di Sumba Tengah, dan juga kami masih menunggu coran deker agar mengering,” dalilnya.

Walau demikian, dirinya juga meminta maaf atas keterlambatan itu dan merugikan masyarakat. Dirinya meminta agar masyarakat memahami keadaan yang terjadi. “Saya minta maaf sudah terlambat kerjanya, bukan sengaja namun itu yang terjadi. Sebenarnya ini juga musim berdebu, ya harus dimaklumi, nanti juga habis pengaspalan tetap juga berdebu sampai hujan bersihkan debunya,” katanya.(alf)

Comments

comments