Warga Nuntut Pemkab Selesaikan Persoalan Paud Desa Laga Lete

0
596

Tambolaka — Warga dusun III, Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya – NTT menunda proses pekerjaan lanjutan Paud Permata Kasih di Dusun III dan menuntut Pemerintah Kabupaten hadir untuk mengklarifikasi temuan warga atas mandeknya pekerjaan Paud sejak 2018 lalu.

Hal itu terungkap saat Kepala Desa Laga Lete, Bernardus Bulu Malo bersama aparatnya turun ke lokasi untuk melanjutkan pekerjaan gedung Paud yang sempat tertunda dari tahun 2018, Senin (19/8/2019) pagi.

Lukas Lede Malo dan Alex Dairo Malo perwakilan warga dusun III mengatakan gedung Paud Permata Kasih saat ini bermasalah dan menurut mereka telah membuat surat pengaduan ke Bupati dengan Nomor Surat 01 P/M-LL/WB/VII/SBD/2019 pada tanggal 27 Juli 2019 dan Kapolres Sumba Barat dengan Nomor Surat 02 P/M-LL/WB/VII/SBD/2019 pada tanggal 13 Agustus 2019.

“Kami mengadu ke Bupati tidak ada tanggapan, kami mengadu ke Kapolres namun juga tidak ada tanggapan. Lalu sekarang Kades Laga Lete ingin melanjutkan pekerjaan sedangkan pada tahun ini tidak ada anggaran untuk Paud. Kades Laga Lete telah menyalahgunakan dana desa tahun 2018,” ungkap mereka.

Baca Juga :  Babinsa Gerakkan Semangat Gotong Royong Bangun Rumah Warga Kurang Mampu

Alex Dairo Malo menambahkan pada tahun 2018 bukti fisik sudah ada namun tidak ada penyelesaian. Menurutnya, masyarakat bertanya kenapa pada saat adanya pengaduan masyarakat baru terlihat Kepala Desa kerja bakti kerjakan Paud.

“Kami tidak sedang mencari kesalahan Kades apa lagi menggulingkan jabatan kades. Tetapi kami saat ini bertindak untuk meluruskan agar kades bekerja yang baik. Kami bertanya kenapa ada pengaduan dulu baru mau kerja bakti begini,” pintanya.

Dilain pihak, Kepala Desa Bernardus Bulu Malo membenarkan dirinya telah di panggil oleh Badan Inspektorat Sumba Barat Daya terkait pembangunan gedung PAUD di dalam desa yang masih belum rampung dari tahun 2018.

Bernardus Bulu Malo mengatakan dirinya telah menjelaskan beberapa kendala pembangunan gedung PAUD di Dusun 3, Desa Laga Lete Tahun Anggaran 2018 yang belum rampung. Dalam pertemuan, katanya, Inspektorat menegaskan agar Kades Laga Lete menyelesaikan pembangunan gedung PAUD yang masih tertunda.

“Saya sampaikan alasan kenapa gedung PAUD itu tidak lanjut kerja. Pertama, pencairan tahap III TA 2018 di akhir tahun 2018. Kedua, masuk tahun politik sehingga banyak kegiatan di desa. ketiga, usai masa politik, Desa Laga Lete mendapat prona 1.000 bidang tanah sehingga kami fokus di pengurusan sertifikat. Ke empat, ada program pembangunan PAUD dari pendonor di dusun I. Ke lima, pada tanggal 31 Juli 2019 kami telah menurunkan bahan bangunan untuk melanjutkan pekerjaan tetapi di hadang oleh beberapa warga atas nama Lukas Lede Malo dan Alex Dairo Malo,” jelasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa FKIP Sosiologi UMK Lakukan Baksos ke Kolbano

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa proses pekerjaan lanjutan gedung PAUD di dusun 3 itu tetap menggunakan dana desa tahun anggaran 2018.

“Masih menggunakan anggaran tahun 2018. Dari volume bangunan 7 × 9 di tambah 1 unit WC dengan jumlah anggaran Rp. 174.772.000,- masih tersisa sekitar 30-an juta untuk kelanjutan pembangunan PAUD. Kesisahan dana tersebut masih ada di saya. Sedangkan item pekerjaan yang akan dilanjutkan adalah closet dan atap WC, plafon, keramik, jendela dan pintu serta plester tembok. Semua bahan sudah ada sejak tahun 2018 tetapi terkendala dengan beberapa kegiatan sehingga pekerjaan finishingnya tertunda,” bebernya.

Sedangkan Sekretaris Dinas PMD SBD Lodowik L. Raya ketika di hubungi mengatakan pekerjaan Paud bisa di kerjakan jika masih menggunakan anggaran tahun 2018.

“Bisa dikerjakan yang penting masih tetap menggunakan anggaran 2018. Tidak ada masalah intinya dananya tidak untuk di makan,” katanya. (alf)

Comments

comments