6 Unit Alfamart di Kupang Beroperasi Tanpa Ijin

0
127

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sebanyak enam dari 13 unit Alfamart yang sedang beroperasi di Kota Kupang diketahui beroperasi secara ilegal atau tanpa ijin. Pasalnya enam unit Alfamart ini sudah belum mengantongi surat ijin tempat usaha, surat ijin usaha toko moderen dan surat ijin lingkungan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perijinan dan Pelayanan Satu Pintu Kota Kupang, Frengky Amalo Senin (20/01/2020) di kantor Wali Kota Kupang. Ia mengatakan untuk enam unit Alfamart yang belum memiliki ijin yaitu Unit Oebufu di depan Petra, unit pulau Indah di Oesapa Barat, unit Pasir Panjang, Unit Jalan Tompello, Unit Oepura Jalan Jenderal Soeharto, dan Unit Jalan Pahlawan.

“Jadi enam unit yang tidak memiliki ijin. Dari 13 unit tujuh yang sudah berijin resmi cuma enam yang tidak berijin. Hanya yang kita sesali kenapa belum berijin mereka sudah beroperasi.
Ijin yang belum dikantongi Alfamart yaitu termasuk ijin usahanya maupun ijin usaha toko moderennya karena Alfamart itu masuk kategori toko moderen dia sejenis dengan Hypermart store , Hypermart hanya pada level yang sedikit kecil jadi mereka harus minta ijin inikan kita sudah sampaikan berulang-ulang pemerintah kota tidak pernah melarang adanya pertumbuhan Alfamart di kota Kupang karena itu konsekuensi dari sebuah kota modern tetapi hendaknya kalau mau beroperasinya harus memiliki ijin resmi, “katanya.

Baca Juga :  Lorita Resto Hadir Lagi di Alak-Kupang, Tawarkan Menu Nusantara Berharga Murah

Menurutnya, Alfamart harus memenuhi semua persyaratan karena di kota Kupang bukan Alfamart saja ada usaha-usaha kecil lainnya yang perlu kita lindungi supaya jangan sampai mematikan usaha-usaha tersebut.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota punya komitmen yang kuat untuk usaha-usaha kecil tetap maju makanya kita mengatur lokasi-lokasinya supaya jangan sampai menganggu atau mematikan usaha-usaha kecil lainnya. Memang kita tidak punya landasan hukum untuk melarang itu, tidak ada sama sekali, “ungkapnya.

Ia.menjelaskan mulai dari tanggal 13 Januari 2020 enam unit Alfamart yang tidak memiliki ijin sudah tidak ada aktifitas lagi.

“Sampai jangka waktu mereka mengajukan permohonan ulang untuk kita mengkaji kembali kita harus mengkaji ulang ijin-ijin tersebut apakah dari sisi lokasi, sisi tempat apakah memenuhi syarat atau tidak harus kita kaji. Jadi begini setiap permohonannya ijin yang disampaikan oleh Alfamart tidak serta merta harus dikasih ijin terutama dari setiap lokasi karena tadi paling tidak letaknya jangan sampai dekat dengan pasar-pasar tradisional atau langsung mepet dekat dengan usaha kecil menengah itu juga kurang bagus untuk pertumbuhan keseimbangan pasar kedepan kalau kita omong tentang otonomi daerah mau tidak mau pemerintah daerah harus ikut campur didalam kegiatan pasar jadi penetrasi yang dilakukan atau ekspansi yang dilakukan oleh Alfamart diharapkan tidak mengganggunya pertumbuhan dari pada usaha-usaha kecil lainnya mereka pengen pertumbuhan itu harus jalan berbarengan kalau Alfamart hidup usaha-usaha kecil juga hidup jadi saling menopang, “katanya.

Baca Juga :  Pemerintah dan BI Luncurkan Uang Pecahan Rp 75 Ribu di HUT ke-75 Proklamasi kemerdekaan Indonesia

Ia menjelaskan, aasan mereka belum punya ijin. “Saya tidak tau mereka sudah tau bahwa mereka belum memiliki ijin tapi alasan apa mereka nekad membuat usaha. Kami sudah membuat surat teguran sudah ada dalam bentuk pengumuman penutup disetiap unit yang tidak berijin kita sudah tempel sejak tanggal 12 Januari 2020, dan sejak tgl 13 itulah harus segera menutup setelah beberapa hari kemudian tadi pagi kita pantau bersama pak Wakil walikota ternyata enam unit tersebut sudah di tutup dan ini yang kita harapkan kita berterima kasih karena mereka punya niat etiket yang baik mereka tutup sendiri kita tidak segel karena hari ini tetap operasi langkah berikutnya adalah kita menyegelnya, ungkapnya.

Tetapi sudah ada niat baik ada koperatif dari pihak Alfamart menutup sendiri kita harus berterima kasih dan sebagai satu contoh sebagai satu peringatan untuk usaha-usaha yang lain jangan supaya jangan coba-coba melakukan satu usaha kalau tanpa ijin-ijin. jadi setelah kita pantau di lapangan langsung kita memberikan peringatan kita memberikan pasar tenanglah dengan kehadiran Alfamart. kita menjaga keseimbangan pasar di kota Kupang.

Baca Juga :  Gubernur Minta Pengelolaan Tanah Pemprov NTT Berbasis Ekologi

Wakil Wali Kota Kupang mengatakan tunjukan ijin kepada masyarakat kita tidak melarang sesuai prosedur apalagi Alfamart ini toko moderen. Jujur aja kita mau menilai etiket baik kalau dari pengusaha tidak ada etiket baik pemerintah lebih kalau ada kepala dinas yang menghambat berita saya saya juga tidak mau pencitraan beritahu pimpinan kita hanya mau meluruskan ikut aturan kita senang Alfamart ada dimana-mana sebab kalau kita mau larang dari awal kita sudah tidak mau kita juga ingin mereka juga di lindungi bangsa pasarnya berbeda. (Lya)

Comments

comments