AFPI Selenggarakan FinEast 2020 di Kota Kupang

0
96

Asosiasi Fintech pendanaan bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan FinEast 2020 di kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Kupang ini berlangsung selama dua hari yakni Kamis-Jumat 27-28 Februari 2020.

Demikian dikatakan Ketua Umum AFPI, Sunu Widiyatmoko, Jumat (28/2/2020) saat jumpa pers di Aston Hotel Kupang. Ia mengatakan untuk menghitung perekonomian digital yang merata di seluruh Indonesia AFPI memilih Kota Kupang sebagai tempat kegiatan. Dipilih Kota Kupang mengingat penyaluran pembiayaan fintech lending yang masih rendah yakni hanya 0,13 persen dari total penyaluran nasional, sedangkan perekonomiannya NTT sangat potensial untuk terus bertumbuh melalui dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

” inisiatif AFPI dalam seluruh penyelenggaraan untuk terus berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat fintech peer to peer (P2P) lending atau teknologi finansial (tekfin). Lebih dari seratus penyelenggara fintech P2P lending terdaftar dan di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meramalkan acara melalui edukasi dan literasi keuangan di kampus, UMKM exhibition, kesepakatan kerjasama dengan bank perkreditan daerah serta taklshow interaktif, “katanya.

Menurutnya, FinEast di Kupang menjadi komitmen berkesinambungan antara AFPI bersama OJK untuk mendownload para penyelenggara fintech lending mulai menyasar keseluruhan wilayah indonesia, tidak.melulu terpusat di pulau Jawa.

Baca Juga :  Lorita Resto Hadir Lagi di Alak-Kupang, Tawarkan Menu Nusantara Berharga Murah

“Yang terpenting dari kegiatan FinEast di Kupang adalah edukasi dan literasi mengenai keuangan, terutama fintech lending dapat sampai ke masyarakat dengan baik.kami juga ingin menghimbau para penyelenggara untuk berkontribusi dalam pemerataan perekonomian digital dengan segera membuka layanan di Indonesia timur salah satunya di Kupang, “tegasnya.

Ia menjelaskan FinEast 2020 diselesaikan selama dua hari di buka dan dihadiri oleh perwakilan OJK, perwalian OJK NTT, jajaran pejabat pemerintah daerah NTT dan Pemerintah Kota. Acara berupa rangkaian kegiatan antara lain seminar nasional bersama 300 civitas akademika perguruan tinggi di Kupang UMKM exhibition, kesepakatan atau memorandum of understanding (MOU) antara UMKM bank daerah dan penyelenggara fintech lending serta Talk Show interaktif mengenai ekonomi digital dan revolusi industri 4.0 selain bekerjasama dengan OJK Venice 2020 terwujud seiring kerjasama dengan sejumlah pihak antara lain BNI 46, ASLI RI, Sinarmas, Danamas Tunaikita, Trustingsocial, Instamoney, Co dan Fintag

Dipilihnya Kupang dalam penyelenggaran FinEast 2020karena tingkat penyaluran pinjaman fintech lending di Kupang masih kecil yakni 105, 67 miliar 0,13 persen dari total penyaluran nasional 81,49 triliun angka ini berdasarkan data OJK per Desember 2019 Adapun penyaluran pinjaman di luar pulau Jawa termasuk di Kupang mencapai 11,67 triliun atau 14,32 persen dari total nasional, sedangkan penyaluran di Pulau Jawa sendiri mencapai 69,82 triliun atau 85,68 persen dari total nasional. Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto NTT tahun 2019 atas dasar harga berlaku sebesar 106,89 triliun atau 2,65 persen dari PDB Indonesia Rp 4.018, 8 triliun. Ekonomi NTT tumbuh 5,20 persen. Pertunjukan ekonomi NTT ini lebih tinggi dari pertunjukan ekonomi nasional 5,02 persen sepanjang 2019.

Baca Juga :  Jadi Relawan Pajak, 47 Mahasiswa Undana Kupang Siap Asistensi SPT Tahunan

” Perekonomian NTT ini berpotensi untuk terus bertumbuh dan perlu terus didukung khususnya untuk sektor UMKM. AFPI mencatat kebutuhan pembiayaan bagi UMKM nasional mencapai 1600 triliun setiap tahun namun lembaga keuangan konvensional hanya mampu menyalurkan 600 triliun tiap tahun ini peluang yang bisa dimanfaatkan oleh penyelenggara fintech lending, “ungkapnya.

Kepala Humas dan Hubungan Melembaga AFPI, Tumbur Pardede, menjelaskan beberapa penyelenggara tekfin melakukan penandatanganan kesepakatan MOU dengan pelaku UMKM, bank daerah, dan koperasi kerjasama ini diharapkan dapat mendukung permodalan di sektor UMKM serta solusi keuangan bagi masyarakat dan unbanked dan underserved.

” Dengan semakin banyak anggota api yang bersinergi dengan pelaku usaha dan jasa keuangan daerah tentu akan mempercepat dan memperluas akses pembiayaan ke masyarakat di seluruh daerah dengan mendatangkan keunggulan di masing-masing sektor kolaborasi ini akan saling menguntungkan sekaligus mendorong inklusi keuangan di daerah-daerah, “jelasnya.

AFPI sebagai asosiasi resmi terhadap 161 penyelenggara tekfin dengan 25 diantaranya telah memiliki status berizin. AFPI juga memastikan practice usaha seluruh penyelenggara sesuai dengan peraturan OJK keuangan nomor 77/ POkJK.01/2016 tahun 2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dan kode etik AFPI.

Baca Juga :  OJK Terapkan Kebijakan Pemberian Stimulus Perekonomian

berdasarkan data OJK per Desember 2019 kota Spanyol dan pinjaman dari puncak lending mencapai 81,5 triliun 259% year to date rekening Lender (pemberi pinjaman) juga meningkat 192, 01 persen menjadi 650.935 entitas. Begitu juga rekening borrower (peminjam) bertambah 325,95 persen menjadi 18.569.123 entitas.

“AFPI berharap kehadiran asosiasi bersama para penyelenggara dapat meningkatkan literasi dan Keterlibatan Masyarakat melalui kemudahan akses keuangan dari fintech lending sebagai industri yang baru namun tumbuh dengan begitu cepat kami berharap untuk menjadi pilihan bagi masyarakat dan dapat memberikan semangat serta inspirasi kepada generasi muda di seluruh Indonesia untuk menciptakan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat, “katanya (lya)

Comments

comments