BI Kantor Perwakilan NTT Sosialisasikan Penggunaan QRIS

0
60

Sosialisasi menggunakan QRIS (Quick Responden Code Indonesia Standard) sudah tercatat di Bank Indonesia 10533 merchant sudah mengubah dari QR yang lama menjadi QR yang baru yang kita sebut dengan QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, di pusat oleh-oleh NTT C&A Sentra Kuliner, Selasa (10/3/2020). Ia
mengatakan BI berkerja sama dengan teman-teman perbankan disini ada bank mandiri, Bank BRI, Bank NTT kita akan menggunakan kesepakatan pekan QRIS ini untuk melakukan QRIS keseluruh marjen terutama UMKM diseluruh Kabupaten Kota di 22 Kabupaten.

“Jadi mungkin pilot projects disini di sentra oleh-oleh C&A kemarin kita juga sudah berkunjung ke dekranasda semua oleh-oleh akan kita segerakan Qris tentunya di bantu oleh teman-teman dari perbankan, “katanya

Ia juga menjelaskan kelebihan QRIS ini dan juga non tunai tetapi yang lebih penting dari itu bagaimana UMKM kita bisa akses pada perbankan jadi namanya keuangan inklusi sehingga mendapatkan bantuan keuangan melalui kredit atau KUR.

“Ini sebenarnya tujuannya UMKM kita lebih banyak berkembang untuk menopang ekonomi kita. Mudah-mudahan dengan QRIS dan non tunai ini nanti pertumbuhan ekonomi semakin membaik walaupun disana sini masih ada ancaman perang dagang dan juga adanya ancaman Virus Corona mungkin di perkiraan selama enam bulan ini kira-kira seperti itu, “tegasnya.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-8, OJK NTT Lakukan Berbagai Kegiatan

Menurutnya, yang sudah tercatat di BI 10533 marjen sudah mengubah dari QR yang lama menjadi QR yang baru yang kita sebut dengan QRIS. Jadi sudah cepat sebenarnya di dalam waktu dari Agustus hanya empat bulan kita sudah mengubah menjadi 10533.

“Ini akan kita percepat lagi dengan pekan QRIS ini disemua kabupaten/kota kita akan hadir nanti bersama teman-teman perbankan sehingga mencapai lebih kurang 50 ribu marjen terutama yang sudah terdaftar di AFPI asosial marjen diseluruh Indonesia, “ujarnya.

Ia.mengakui ekonomi kita lebih banyak di topang oleh UMKM sebenarnya saat ini terutama dari sisi pertumbuhan kami sudah menghitung duduk bareng dengan teman-teman dari Undana, dan juga dari teman-teman BPS bagaimana peran UMKM berapa persen sih dari PDRB kita

“Tapi perkiraan kami diatas 20-30 persen begitu kalau ini semuanya nanti masuk kepada QRIS dan non tunai sehingga mereka akan banyak nanti mendapatkan akses dari perbankan jadi luar biasa nanti kalau pertumbuhan kredit kita. Sekarang pertumbuhan kredit kita itu diangka 18,6 persen tapi tahun depan ini semua UMKM sudah masuk kedalam QRIS sehingga akses kepada perbankan kita harapkan nanti diatas 20 persen dampaknya. pertumbuhan ekonomi kita semakin bagus. Keuangan inklusi kemudian dapat akses kredit dari perbankan nantinya akan menopause pertumbuhan ekonomi kita, “ungkapnya.

Baca Juga :  Kota Kupang Alami Inflasi 0,8 Persen

Ia menjelaskan kemarin kami targetkan 5,4 sampai 5,65 karena kita ekonominya tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh pariwisata dimana pariwisata sekarang Corona kita masih tetap di angka seperti itu asessmen dari kita seperti itu.
Untuk UMKM sendiri tidak ada standarnya semua pelaku usaha baik mikro kecil menengah semua bisa akses menggunakan QRIS ini asalkan mereka membuka rekening ataupun membuka account di penyedia jasa sistem pembayaran.

“Di sana kan tidak hanya bank penyedia saja ada bank dan non bank. Yang non bank misalnya go pay, ovo, dana jadi semuanya bisa dan mereka semuanya adalah berijin dari bank Indonesia jadi legal secara hukum dan diawasi oleh bank Indonesia jadi jangan khawatir uangnya itu kita jaga karena sudah melalui sertifikasi bank Indonesia, “ujarnya.

Sementara itu Pj Sekda Kota Kupang Elvianus Wairata mengatakan Pemerintah Kota Kupang prinsipnya mendukung seluruh program yang namanya QRIS karena kita tau bahwa kelebihan dan keunggulan dari pada QRIS ini. Masyarakat tidak bisa ditipu dengan uang palsu kemudian ketika membawa uang tidak perlu banyak, sistim manajemennya terukur dan terdata secara baik di elektronik dan ketika transaksi bisa lihat dan ada deal antara dua-duanya tidak bisa di uangi

Baca Juga :  Lorita Resto Hadir Lagi di Alak-Kupang, Tawarkan Menu Nusantara Berharga Murah

“Berkaitan dengan itu kita melakukan diseluruh UKM yang ada di Kota Kupang. Di 51 kelurahan juga kita sudah mempunyai sentra-sentra yang akan di kembangkan disana dan itu wajib akan kita laksanaan dengan QRIS. Ketika sosialisasi, ini menjadi ruang model tempatnya pak Roy dan kita akan sampai dan kalau bisa nanti juga para lurah juga akan kita sampaikan ini kepada para lurah dan camat supaya ada sosialisasi dari para lurah dan camat kepada masyarakat pengelolaan UKM yang ada disitu dan juga UKM binaan perindag yang ada juga perlu kita sampaikan contoh kampung Solor dengan jualan dan sebagainya harus menggunakan ini terus ada sentra-sentra yang lagi terbangun di tempat-tempat aman dan sebagainya kita sudah kelola dengan cara itu supaya masyarakat membiasakan diri dengan hanya modalnya satu mobile phone dengan mengisi top up di mobile phone bisa dibawa berjalan kemana saja artinya tidak perlu membawa saku disini ada dompet disini, “katanya.(lya)

Comments

comments