BPS NTT Segera Gunakan Metodologi Perhitungan IHK 2020

0
94

Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggunakan metodologi perhitungan IHK 2020 standar internasional yang mengacu pada Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP).

Demikian dikatakan Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus dalam sosialisasi Pemutakhiran Diagram Timbang IHK berdasar Survei Biaya Hidup (SBH) 2018, Kamis (30/1/2020) di Aula Kantor BPS
Adapun perbedaan survei yang menggunakan tahun dasar 2012 dan pola hitung IHK 2020 yakni cakupan kota inflasi di NTT sebelumnya hanya Kota Kupang dan Maumere, namun kini terdapat tiga kota yaitu Maumere, Kota Kupang dan Waingapu.

Cakupan sampelpun meluas dari sebelumnya hanya sebanyak 2.800 rumah tangga meningkat menjadi 4 ribu rumah tangga, dan komoditas yang di survei dari sejumlah 390 komoditas untuk Kota Kupang meningkat menjadi 404, Maumere dari 318 komoditas naik sebanyak 329 dan Waingapu sebanyak 249 komoditas.

“Terhitung mulai 3 Februari 2020, BPS akan merilis data inflasi dengan metode perhitungan IHK tahun dasar 2018, dimana cakupannya lebih luas, sehingga akurasi data diharapkan juga meningkat,” tegasnya..

Baca Juga :  Kota Kupang Alami Inflasi 0,8 Persen

IHK mencerminkan angka inflasi, inflasi atau deflasi merupakan presentase dari perubahan IHK, dengan menggunakan perubahan IHK tahundasar dari 2012 ke 2018 tampilan inflasi juga akan mengalami perubahan.

Menurutnya, klasifikasi pengelupasan IHK tahun 2012 bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau Perumahan air listrik gas dan bahan bakar sandang kesehatan pendidikan rekreasi dan olahraga Transport komunikasi dan jasa keuangan tahun 2018 makanan, minuman, tembakau. Pakaian dan alas kaki. Pemerintah, air listrik dan bahan bakar lainnya. Perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga. kesehatan. Transpotasi, informasi komunikasi dan jasa keuangan. rekreasi, olahraga dan budaya. Pendidikan. penyediaan makanan dan minuman restoran. Perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Yang berubah dengan nilai tukar petani Nusa Tenggara Timur yaitu cakupan wilayah 19 Kabupaten tahun 2012 menjadi 21 Kabupaten tahun 2018. Jumlah rumah tangga sampel 1626 rumah tangga tahun 2012 menjadi 6976 rumah tangga tahun 2018. Metode sampling purposive sampling tahun 2012 menjadi probability sampling 2018. Komponen konsumsi rumah tangga tidak memasukkan Jasa Keuangan Tahun 2012 menjadi memasukkan jasa keuangan 2018, “katanya. (Lya).

Baca Juga :  IPOJK Selenggarakan Program Peduli Covid-19

Comments

comments