Dimonim Air Rintis Sejumlah Penerbangan di NTT

0
76

Dimonim Air menjadi penerbangan perintis subsidi angkutan udara penumpang tahun 2020 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Maskapai yang berada di bawah naungan PT Marta Buana Abadi ini melakukan penerbangan perdana dengan tujuan Kupang- Sabu -Waingapu, Jumat (7/2/2020).

Demikian dikatakan Direktur PT Marta Buana Abadi, Vicoas TB Amalo, Jumat (07/02/2020) di Concordia Longe Bandara Udara El Tari Kupang.

“Saya lahir dan besar di luar NTT dan tidak terlalu tau NTT bukan anak Kupang. Tapi kami usaha ini pertama di Papua dari tahun 2007. Terus bikin perusahaan yang PT ini tahun 2008 kami terbang sewa pakai pesawat Susi Air pertama kali di Papua sama helikopter dari Korea kami sewa berkembang sampai kami mengurus izin dari tahun 2010 dan mendapatkannya tahun 2012 ada nama istilahnya Air Operator Certificate dengan nomor 049 di kementerian Perhubungan, “katanya

Menurutnya dari 2012 kami beroperasi sampai sekarang berarti hitungannya delapan tahun. Pesawat-pesawat kami ini rata-rata kecil-kecil untuk penerbangan perintis di Papua. Sempat tiga tahun lalu melayani di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur sampai di Provinsi Maluku Utara, Ambon dan sekitarnya tapi belum di NTT.

“Tahun ini ternyata Tuhan kasih kesempatan kerja keras teman-teman kami dapat memenangkan tender kami untuk di KPA Waingapu sebagai keterangan juga untuk rute Waingapu-Sabu, Kupang-Kisar, Sabu -Ende, Waingapu- Ruteng adalah penerbangan perintis yang memang disubsidi oleh pemerintah tapi sebenarnya sebelum ini kami melakukan tender dan ikut tender di kemenhub, “ujarnya.

Singkat cerita pertama yang saya pikirkan bagaimana Rute Kupang-Sabu tapi ternyata Tuhan kasih masih menang disini supaya kataong lanjut. Sampai hari ini kita ada disini terbang perdana puji Tuhan kami percaya dukungan dari propinsi, Kabupaten, Wali Kota dan semua pihak terkait bisa sama-sama melayani masyarakat di NTT khusunya untuk Sabu,Waingapu, Ende dan Ruteng.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Nithanel Rihi Heke mengatakan Penerbangan pertama ke sabu pesawat Dimonim air ini satu berkat yang sangat luar biasa bagi kami di sabu raijua ini satu mimpi bagi kami di sabu raijua mimpi yang yang baik karena sebelum ini baru ada satu pesawat yang terbang ke sabu yaitu Susi Air itupun dalam penerbangan cuma 12 seat dan dua kali penerbangan
bahkan kadang-kadang satu kali.

Baca Juga :  Ekonomi NTT Tumbuh 3,87 Persen

“Penerbangan dan frekuensi yang ada ini tentu kami di sabu raijua merasa kurang Karena untuk jangkauan ke sabu raijua sangat sulit manakala situasi cuaca tidak bersahabat ini yang akan menghambat selain komunikasi transportasi antara Kupang sabu saya bilang Kupang sabu saja karena memang orang sabu punya kiblat utama datang Kupang kemudian baru ke tempat-tempat yang lain, “katanya.

Menurutnya, agak sulit selain pada situasi tertentu dengan demikian maka dengan adanya penerbang Dimonim air ini sangat-sangat membantu kami di Sabu Raijua terima kasih pak Vico Amalo dan kru-nya yang telah memperhatikan Sabu Raijua terutama dalam pelayanan penerbangan.Pelayanan penerbangan ini tidak saja dalam rangka untuk memperlancar pelayanan Perintis atau domestik yang berhubungan dengan kegiatan pemerintah ah atau kegiatan kemasyarakatan lain Tetapi lebih daripada itu ini merupakan pelayanan yang sangat manusiawi jika manakala saat tertentu ada orang sakit yang dari sabu ke Kupang atau orang mati yang dari Kupang ke sabu

“Saya bilang orang mati karena ada budaya orang sabu yang kalau mati di mana harus bawa pulang ke sabu ini yang sementara berjalan sampai dengan sekarang yaitu dengan adanya penambahan ini sudah sangat sangat membantu sekali lagi terima kasih untuk Dimonim air dan tentu juga kami tidak lupa bersyukur dan terima kasih kepada Tuhan karena lewat jalan Tuhan semua ini bisa terlaksana dengan baik kami masyarakat semua juga tidak saja berterima kasih tapi juga berdoa untuk Dimonim air, “ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Kupang dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Bernadinus Mere mengatakan Wali Kota sangat mendukung dan menyampaikan profisiat untuk kehadiran Dimonim air yang hari ini resmi beroperasi di Kota Kupang dan daerah disekitar Kota Kupang sekalipun Kota Kupang tidak menjadi tujuan penerbangan tetapi Kota Kupang ini menjadi salah satu pusat untuk bisa warga masyarakat bisa tinggal dan keluar untuk merasakan bagaimana penerbangan itu datang dan kembali ke Kota Kupang karena itu tentu Kota Kupang merasakan ada peningkatan-peningkatan baik sektor pendapat maupun sektor lainnya yang tentu akan membantu meningkatkan pembangunan yang ada di Kota Kupang.

Baca Juga :  OJK Kembali Gunakan Gedung Lama BI Hingga 2022 Mendatang

“Atas nama pemerintah Kota Kupang menngucapkan selamat mudah-mudahan Dimonim air akan berkembang menjadi salah satu moda transportasi yang aman, lancar untuk masyarakat NTT dan Kota Kupang pada khususnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka mengatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan salam dan proficiat terima kasih kepada Pak Vico kelompok grup dari dimonim air dan juga tentu kepada keluarga besar Amalo karena dengan masuknya dimonim air di NTT paling tidak ini sudah menjawab sebagian dari program besar Gubernur adalah Ray of Beauty di NTT program beliau paling utama adalah pariwisata.

“Kita bicara pariwisata maka harus ada konektivitas di antara daerah-daerah kalau kita lihat dari rute-rute Perintis yang nanti dijalankan oleh Dimonim air paling tidak ada menghubungi Waingapu Rote Sabu-Sabu Ende bahkan juga ke Kisar sudah mulai tersambung paling tidak untuk penerbangan darah selain itu kita juga menyiapkan konektivitas di laut, “katanya.

Tadi Bapak Bupati Sabu sudah menyampaikan puji syukur dan memang betul Sudah Selayaknya dan sepantasnya kita bersyukur dan berterima kasih karena memang ke sabu sebagaimana kita ketahui bersama selama ini hanya dilayani oleh 6 kali seminggu kali ini menjadi 15 kali seminggu ini luar biasa

“Saya bilang pak Bupati tidak usah kampanye lagi 15 kali masuk Sabu itu lanjut menjadi bupati periode berikut lagi supaya bukan saja Dimonim air di udara tapi juga di laut. Jadi dilaut nanti kita bersama-sama bupati mempersiapkan pelabuhan karena pelabuhan disana juga sama di musim gelombang tinggi juga tidak bisa pada saat itu memang modal udara menjadi andalan menjadi pilihan. Bersama bupati kita juga mempersiapkan menambah atau membuat lapangan terbang yang baru biar lapangan terbangnya lebih bagus lebih besar dan mudah-mudahan tahun depan rencana ini sudah bisa kita realisasikan, “ujarnya.

Baca Juga :  QRIS adalah Standar Nasional QR dari BI

Dimonim air ini satu penerbangan yang murah karena kita menghargai begitu mohon bantu NTT jadi memang Gubernur kita semua di NTT berterima kasih bapa sudah keliling ke papau, Kalimantan sudah sampai di Ambon bum masuk ke sini..hari ini pak Vico dan teman-teman semua masuk kesini ini kita puji tuhan bantu NTT jangan mahal-mahal saya baca koran harga tiket 800 ribu sampai satu juta kalau bapa kasih turun pasti Susi air juga kasih turun harga dengan demikian makin banyak orang terbang ke sabu karena di Sabu itu ada Kelabba Maja ada gua-gua yang bagus airnya jernih semua orang mau ke sana kalau bapak kasih turun apa lagi kasih harga khusus untuk pariwisata harganya Rp500.000 ini semua orang mau pergi lihat ke sabu kira-kira begitu nanti Pak Vico dan kru silahkan menghitung baik-baik tentu tidak boleh rugi

“Saya tadi menyampaikan kepada pak Vico jangan lupa Pantar karena Alor itu juga sudah ada bandara Mali tapi di pantar di pulau sebelahnya juga besar itu sudah ada bandara panjangnya kurang lebih sama seperti di Sabu Raijua saya kira pesawat jenis ini bisa masuklah ke pantar saudara-saudara disana juga berjuang supaya suatu waktu bisa menjadi satu daerah otonomi
sendiri karena itu bantu mereka ada penerbangan langsung ke pantar biar banyak wisatawan masuk karena di Alor juga punya laut yang bagus karang-karang juga bagus di Alor, “ungkapnya.

Jadi kalau bisa masuk ke sana kita puji Tuhan terima kasih. Intinya sekali lagi kita bersyukur berterima kasih kepada Tuhan dan juga kepada Vico Amalo dan keluarga besar Amalo yang sudah kembali ke pangkuan NTT membangkitkan NTT bersama kita semua kita bersyukur berterima kasih dan mari kita dukung supaya Dimonim air itu bukan hanya sekali atau dua kali terbang ke NTT tapi selama-lamanya sampai selesai itu yang kita harapkan (Lya)

Comments

comments