Nilai Ekspor dari Provinsi NTT Turun 11% di Bulan Februari

0
59

Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Februari 2020 senilai US $ 1.467.212. dengan volume sebesar 4.568,5 ton mengalami penurunan sebesar 11,81 persen dari ekspor bulan Januari 2020 yang sebesar US $ 1.663.774. Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas sebesar US $ 115.934 dan ekspor non migas senilai US $ 1.351.278.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT), Darwis Sitorus, Rabu (1/4/2020) di Kantor BPS NTT. Ia mengatakan pada bulan Februari 2020, nilai ekspor NTT sebesar US $ 1.467.212 dengan volume sebesar 5.707,9 ton. Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas senilai US $ 115.934 dan ekspor
non migas senilai US $ 1.351.278.

“Nilai ekspor ini turun 11,81 persen atau menurun senilai US $ 196.532 jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Januari 2020 sebesar US $ 1.663.744. Bila dibandingkan dengan total ekspor pada periode yang sama pada bulan Februari tahun 2019 sebesar US $ 1.072.314, maka terjadi
peningkatan sebesar 36,83 persen, “katanya.

Pada bulan Februari 2020 pengiriman komoditas ekspor NTT dilakukan melalui Pelabuhan Atapupu sebesar US $ 1.386.842 dan Pelabuhan Tenau sebesar US $ 80.370. Komoditas ekspor NTT seluruhnya dikirim ke Timor Leste sebesar US $ 1.467.212.

Baca Juga :  Lorita Resto Hadir Lagi di Alak-Kupang, Tawarkan Menu Nusantara Berharga Murah

“Kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada bulan Februari 2020 adalah Kendaraan dan Bagiannya (87) dengan nilai ekspor sebesar US $ 172.570 atau 11,76 persen dari total ekspor,” katanya.

Menurutnya, komoditas ekspor NTT paling besar dikirim ke Vietnam sebesar US $ 1.510.393.
Kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada bulan Februari 2020 adalah Buah-buahan
(08) dengan nilai ekspor sebesar US $ 2.306.433.

Ia juga menjelaskan pada bulan Februari 2020 nilai NTT sebesar US $ 8.192.779 dengan volume sebesar 18.813,5 ton.

“komoditas impor terbesar NTT berasal dari Malaysia sebesar US $ 8.099.638. Kelompok komoditas terbesar yang diimpor pada bulan Februari 2020 adalah Bahan Bakar Mineral (27) senilai US $ 8.099.638, “ujarnya.(lya)

Comments

comments