Pemkot Kupang Tandatangani MoU Transaksi Non Tunai dengan Bank NTT

0
97

Pemerintah Kota Kupang mengucapkan terima kasih banyak kepada bank NTT sudah mau menandatangani MOU transaksi non tunai.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, Senin (17/02/2020) di Hotel Swiss Bellin. Ia mengatakan Transaksi non tunai ini salah satu usah kita untuk supaya tidak ada bocoran-bocoran untuk mengurangi bocoran anggaran yang ada di kota ini.

“Bapa ibu bisa bayangkan selama ini kadang-kadang bisa orang Kupang bilang kobo uang 200–300 juta ambil cash di Bank NTT taruh di kantong oleh karena itu saya bilang transaksinya kalau bisa transaksi non tunai saja tidak usah repot. Lagian seperti bayar honor itu bisa dibayangkan orang punya ludah itu pakai hitung uang, “katanya.

Menurutnya, ini salah satu upaya kita mengurangi bocoran termasuk dalam hal ini korupsi dan besok Kejati mengajak kita masuk dalam satu tanda tangan zona integritas.

“Kita harus mulai dan saat ini kita sudah mulai sekarang ini sehingga bapa ibu semua kedepan itu kita tidak lagi repot-repot urus yang tidak-tidak. Karena ini kita di perbudak dan kita juga di lindungi tidak buka peluang untuk kita membuat sesuatu yang aneh-aneh, “ujarnya.

Baca Juga :  Waspadai Investasi Berkedok Perkebunan dan Penanaman Pohon

Ia juga berterima kasih atas kerjasama ini dan perlu support dari kawan-kawan semua jangan lagi di Bank NTT minta uang cash kurangi itu kalau ada nanti misalnya pembayaran honor atau apa transfer saja

Terima kasih banyak kepada bapa ibu semua dan terima kasih banyak kepada bank NTT yang hari ini bisa melaksanakannya MOU untuk semua transaksi non tunai. Satu tantangan yang paling besar adalah bagaimana transaksi non tunai ini bisa juga diterapkan bil atau juga menerima penerimaan-penerimaan yang ada di outlet-outlet yang ada di kota ini pasti orang tidak mau kalau mau di umumkan dengan sampel untuk penempatan kadang-kadang tidak mau oleh karena itu memang kita harus sedikit agak keras yang tidak mau itu kita harus ada panismennya tidak mungkin tidak ada. Anda harus berani untuk itu memberikan panismennya secara otoritas yang tidak sesuai aturan jangan ragu-ragu, “tegasnya.

Sementara itu Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho mengatakan selama ini transaksi non tunai telah berlaku hanya dari sisi pengeluaran pemerintah seperti gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), dan honor pegawai tidak tetap. (PTT). Sedangkan kerjasama ini menjadi langkah sinergitas bersama Pemkot Kupang terkait transaksi non tunai dari sisi penerima yang berbasis pemko PAD dalam sembilan pajak daerah yakni retribusi hotel, restoran, parkiran, reklame, pajak bumi dan bangunan (PBB), BPHTB dan retribusi lain yang menopang PAD Kota Kupang.

Baca Juga :  Dimonim Air Rintis Sejumlah Penerbangan di NTT

“Transaksi non tunai selama ini sudah berjalan hanya dari sisi pengeluaran pemerintah seperti gaji dan honor PTT. Sinegritas transaksi non tunai kali ini dari sisi penerima yakni sembilan pajak daerah, “katanya. Sistem transaksi non tunai tersebut dapat menjadi tata kelola yang akutabel, transparan, valid serta efisien, sehingga dapat berkontribusi mencapai target PAD Kota Kupang sebesar Rp200 miliar ( Lya)

Comments

comments