Rumah MBR Kini Bebas BPHTB

0
14

KIBLATNTT.COM, KUPANG —┬áMBR tidak perlu membayar BPHTB dan sudah bisa masuk rumah Namun saat ini Sekarang kita di NTT termasuk ranking 3 hanya rumah subsidi sudah 158 juta rupiah dikurangi 60 juta masih ada 98 juta dikalikan 5% masih ada 4.900.000 lagi ini masih sangat memberatkan MBR untuk memiliki rumah cicilannya sudah terjangkau

Demikian dikatakan Ketua DPD REI NTT Bobby Pitoby Kamis (7/11) di Hotel Aston Kupang. Ia mengatakan oleh pemerintah pusat dibikin bunga hanya lima persen sehingga cicilannya sangat kecil. Cicilannya hanya 900 ribu sampai satu jutaan perbulannya. Namum biaya yang harus disiapkan didepan ini yang masih jadi kendala besar

“Kemarin kita dari DPD REI NTT sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Kupang dan Wali Kota Kupang sudah menyetujui untuk ada perubahan di BPHTB tersebut.
Akan disidangkan secepatnya oleh DPRD Kota Kupang untuk dibikin perda mengenai BPHTB,” katanya.

Menurutnya, di NTT yang sudah berjalan itu di Kabupaten Belu sudah kasih diskon terhadap BPHTB 50 persen ini yang akan kita bawa ke 21 kabupaten Kota yang ada di NTT untuk bisa mereview itu

“Di tahun 2016 di masa awal kepemimpinan saya DPD REI NTT baru beranggotakan 17 perusahaan yang membangun di empat kabupaten/kota yang ada di NTT. Namun pada saat ini kita sudah beranggotakan 76 perusahaan yang membangun di 18 kabupaten/kota dari 22 kabupaten/kota yang ada di NTT,” ujarnya.

Baca Juga :  Kota Kupang Alami Inflasi 0,8 Persen

Jadi masih ada empat lagi yang belum kita masuk salah satunya Lembata, Malaka, Nagekeo dan Alor yang belum ada anggota REI membangun disana dan dalam waktu dekat ini kita akan segera masuk di empat Kabupaten. Ini berkat kerja keras dari pengurus-pengurus DPD ini dan para developer-developer anggota DPD REI semuanya.

Kami mohon bantuan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota dan jabupaten agar bisa memperhatikan kami sebagai developer agar penyerapan perubahan ini bisa bertambah lagi.

Wakil Ketua umum bidang organisasi dan keanggotaan DPP REI, Joko Slamet Utomo mengatakan Musda didalam organisasi kita ini sebenarnya satu kegiatan organisasi yang memang telah di sepakati didalam anggaran dasar dalam rumah tangga ada beberapa agenda. Musda ini melakukan evaluasi apa yang pernah bapak dan ibu lakukan selama tiga tahun ini bersama-sama DPD REI NTT, kemudian menilai apa yang sudah di lakukan teman-teman selama ini dalam menghantarkan DPD REI NTT selama tiga tahun, menjanjikan agenda yang perlu disepakati atau menetapkan kembali kepengurusan masa bakti 2019-2023.

Baca Juga :  Ekonomi NTT Tumbuh 3,87 Persen

“Acara seperti ini merupakan suatu kegiatan yang bisa kita manfaatkan sebagai konsolidasi organisasi baik secara eksternal maupun internal.
Pada hari ini hadir bapak ibu sekalian dari pemerintah, pemangku kebijakan stakeholder rekan-rekan instansi sehingga kita dapat nangguhkan berapa kegiatan ini, melakukan sebuah diskusi dan lain-lain sebagainya untuk bisa mengembangkan organisasi kita kedepan lebih baik sehingga sesuai dengan tema ‘Menyejahterakan masyarakat melalui penyediaan perumahan” Bisa dilakukan oleh kita bersama,” katanya.

Menurutnya, untuk itu DPP REI menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada bapa dan ibu sekalian khususnya pengurus DPD REI NTT yang telah membesarkan kami salah satu organisasinya selama tiga tahunan sesuai dengan ketentuan organisasi.

“Apa yang sudah disampaikan ketua DPD REI NTT merupakan satu kegiatan yang memang kita upayakan supaya bersama-sama bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat secara kuantitas maupun kualitas. perumahan layak huni menjadi sesuatu yang meng yang harus di berikan kepada masyarakat melalui apa yang harus kita berikan,” ujarnya.

Memang sektor properti ini adalah sektor kegiatan yang terkait dengan dua hal yang pertama kita sebagai bagian dari pada pelaku perumahan memberikan pelayanan melalui program pemerintah dalam menjadikan perumahan-perumahan murah yang notabene selalu kita berada dalam satu regulasi yang berupa rumah dan pada akhirnya kemarin kita kena sock sudah sudah, lesu, ternyata habis akhirnya kita semua habis. Semuanya sedang sulit kita semua harus berupaya bagaimana mengupayakan sebuah kegiatan tentunya kita harus bersama-sama untuk itu bapak dan ibu khususnya kepada pemerintah daerah kami juga berharap apa yang telah di sampaikan ketua DPD REI NTT bisa direspon dengan baik karena apapun hasilnya adalah memang untuk kepentingan kita semua. Pemerintah punya tugas dan kewajiban untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat kami sebagai pengusaha juga mengemban amanah itu kita memberikan kesempatan masyarakat mendapatkan perumahan disisi lain sebenarnya properti ini satu kegiatan untuk mengingatkan kegiatan ekonomi dimana pada saat pembangunan apapun yang dilakukan oleh teman-teman adalah mengikuti sertakam beberapa industri terkait dan juga menyerap tenaga kerja saling bersinergi untuk dapat menumbuhkan ekonomi sekaligus daya beli sehingga bisa juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan perumahan yang layak huni.(lya)

Baca Juga :  Waspadai Investasi Berkedok Perkebunan dan Penanaman Pohon

Comments

comments