Tiga Kota di NTT Alami Inflasi 0,36% pada Februari 2020

0
152

Pada bulan Febuari tahun 2020, tiga kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,33. Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, Kota Maumere mengalami Deflasi sebesar 0,25 persen dan Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Demikian dikatakan kepala bidang statistik distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Demarce. M. Sabuna, Senin (02/03/2020) saat jumpa pers di Kantor BPS NTT. Ia mengatakan IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflay) ditingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

“Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakannya harga dari paket komoditas yang di konsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan oleh BPS NTT, “katanya.

Ia menjelaskan NTT pada Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 103,95 pada bulan Januari 2020 menjadi 104,33 pada bulan Februari 2020. Inflasi ini disebut oleh naiknya indeks harga pada tujuh dari 11 kelompoknya pengeluaran.

” Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan Indeks harga terbesar adalah kelopak makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 1,28 persen, sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga terbesar yaitu 0,66 persen. Pada Februari 2020 NTT mengalami inflasi sebesar 0,36 persen, berlawanan arah dengan yang terjadi pada tahun sebelumnya yaitu bulan Februari 2019 dimana NTT mengalahkan deflasi sebesar 0,51 persen. Inflasi Februari 2020 lebih rendah dibandingkan dengan deflasi Februari 2019, “ujarnya.

Baca Juga :  Satgas Waspada Investasi Masih Temukan Banyak Kegiatan Ilegal yang Berpotensi Merugikan Masyarakat

Menurutnya, kelompok pemberi andil terbesar dalam pembentukan inflasi di NTT pada bulan Februari 2020 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,43 persen. Sedangkan komponen bahan makanan memang andil sebesar 0,35 persen dalam pembentukannya inflasi NTT.

“Berdasarkan IHK, pada bulan Februari 2020, Kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 0,49 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 103,69 pada bulan Januari 2020 menjadi 104,2 pada Februari 2020.Inflasi Februari 2020 didorong oleh kenaikan indeks harga pada 6 dari 11 kelompok pengeluaran, dimana kenaikan indeks terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan
tembakau sebesar 1,76 persen, sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga
yaitu sebesar 0,56 persen,”katanya.

Ia menjelaskan berlawan arah dengan tahun sebelumnya Februari 2019 dimana Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,66 persen, pada Februari 2020 ini Kota Kupang mengalami Inflasi yakni sebesar 0,49 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan Inflasi Kota Kupang bulan Februari 2020 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,56 persen. Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi di Kota Kupang Februari 2020 antara lain naiknya harga cabai rawit, tomat, ikan tongkol, ikan kembung, rokok kretek, filter, bawang putih, bayam, bawang merah, sawi putih, dan cabai merah.

Baca Juga :  OJK Minta Perbankan Transmisikan Kebijakan Stimulus

“Sedangkan komoditas utama yang
menghambat inflasi Kota Kupang antara lain turunnya tarif angkutan udara, daging ayam ras, ikan ekor kuning, ikan kakap merah, buncis, jeruk, daging babi, terong, jeruk nipis, dan bunga papaya, “tegasnya.

Ia.mengatakan berdasarkan hasil IHK pada bulan Februari 2020, Kota
Maumere mengalami Deflasi sebesar 0,25 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 104,61 pada bulan Januari 2020 menjadi 104,35 pada Februari 2020. Pemicu deflasi bulan Februari 2020 di Kota Maumere adalah karena turunnya indeks harga pada empat dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga terbesar yaitu kelompok transportasi sebesar 2,54 persen diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,82 persen.

“Berlawanan arah dengan kondisi bulan Februari 2019 dimana Kota Maumere mengalami Inflasi sebesar 0,48 persen, pada Februari 2020 ini Kota Maumere mengalami Deflasi yaitu sebesar 0,25
persen.

“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan inflasi Kota Maumere bulan Februari 2020 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar -0,31 persen. Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil deflasi di Kota Maumere pada Februari 2020 antara lain turunnya harga sawi hijau, angkutan udara, daging ayam ras, labu
siam/jipang, ikan teri, sawi putih, daun singkong, pepaya, dan kangkung. Sedangkan komoditas utama
yang menghambat deflasi antara lain naiknya harga nasi dengan lauk, bawang putih, ikan tuna, rokok putih, bawang merah, cabai merah, ikan selar, cumi-cumi, tomat dan ikan layang, “ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT: Pemda Tidak Memiliki Kewenangan Menutup Bandara

Berdasarkan hasil IHK, pada bulan Februari 2020, Kota Waingapu mengalami Deflasi sebesar 0,04 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 105,43 pada bulan Januari 2020 menjadi 105,39 pada Februari 2020.Pemicu Deflasi bulan Februari 2020 di Kota Waingapu adalah karena turunnya indeks harga
pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga terbesar yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,12 persen diikuti oleh
kelompok transportasi sebesar 0,69 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan Deflasi Kota
Waingapu bulan Februari 2020 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil
sebesar -0,23 persen.

“Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil deflasi di Kota Waingapu pada Februari 2020 antara lain turunnya harga ikan tongkol, ikan tembang, tomat, labu siam/jipang,
ikan kakap merah, angkutan udara, ikan ekor kuning, ikan bubara, bunga pepaya, dan telur ayam ras.Sedangkan komoditas utama yang menghambat deflasi antara lain naiknya harga sawi hijau, ikan kembung, bawang putih, sirih, beras, bawang merah, kangkung, ketela pohon, daging ayam ras dan
mobil, “katanya. (Lya)

Comments

comments