TPK Hotel Berbintang di NTT Menurun

0
62

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Februari 2020 sebesar 38,50 persen, turun 0,76 poin dibanding TPK Januari 2020 yang sebesar 39,26 persen.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur, Darwis Sitorus, Rabu (1/4/2020) saat telekonferensi di Kantor BPS NTT. Ia mengaku pada bulan Februari 2020 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTT sebesar 38,50 persen, hal ini berarti dari seluruh kamar hotel bintang yang tersedia di NTT pada bulan Februari 2020 rata-rata terisi sekitar 38,50 persen.

“Angka TPK bulan Februari 2020 turun 0,76 poin dari TPK bulan Januari 2020 yang sebesar 39,26 persen dan lebih rendah 6,90 poin dari Februari 2019 lalu yang sebesar 45,40 persen, “katanya.

Menurutnya, rata-rata lama tamu menginap pada hotel bintang di NTT selama bulan Februari 2020 adalah 1,74 hari atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama tamu menginap bulan Januari 2020 yang sebesar 1,80 hari.

Baca Juga :  Bank Dunia Apresiasi Standar Akuntansi dan Audit Indonesia

“Pada bulan Februari 2020 rata-rata lama menginap tamu mancanegara naik menjadi 2,74 hari dibandingkan pada bulan Januari 2020 selama 2,66 hari. Rata-rata lama menginap tamu nusantara mengalami penurunan menjadi 1,64 hari pada bulan Februari 2020 dibandingkan dengan bulan Januari 2020 yaitu selama 1,65 hari,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke NTT pada bulan Februari 2020 sebanyak 131.370 orang sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 139.946 orang. Pada Februari 2020, empat bandara sipil dengan jumlah penumpang datang dan berangkat terbanyak adalah Bandara El Tari-Kota Kupang (48,68 persen), Komodo-Manggarai Barat (16,70 persen), Tambolaka-Sumba Barat Daya (5,33
persen), danFrans Seda-Sikka (5,29 persen)

“Jumlah penumpang angkutan udara pada Februari 2020 sebanyak 271.316 orang, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Februari tahun sebelumnya yang berjumlah 221.016 orang. Adapun jumlah penumpang pada bulan Februari 2020 mengalami penurunan sebesar -9,61 persen dibandingkan bulan Januari 2020 yang berjumlah 300.151 orang, “ungkapnya.

Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui pintu darat lintas batas Atambua pada bulan Februari 2020 sebanyak 6.979 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebesar -44,07 persen apabila dibandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk pada bulan Januari 2020 yaitu sebesar 12.478 orang. (lya)

Baca Juga :  Dimonim Air Rintis Sejumlah Penerbangan di NTT

Comments

comments