BNNP NTT Berhasil Periksa Urine 7076 Orang di Tahun 2019

0
164

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil melakukan pemeriksaan urine sebagai deteksi dini di sejumlah instansi pemerintah dan swasta dengan jumlah peserta sebanyak 7076 orang. Pemeriksaan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 13 Februari 2019 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2019.

Demikian dikatakan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Hendrik J. Rohi, SH,  Selasa (26/11/2019) saat jumpa pers dengan media di Kantor BNNP NTT. Ia mengatakan pelaksanaan tes urine sebagai bentuk deteksi dini merupakan amanat dari Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 tahun 2018 tentang pelaksanaan tes urine narkotika untuk deteksi dini.

“Tujuan dari pelaksanaan tes urine seperti yang diamanatkan dalam perbadan ini dapat kita lihat di dalam pasal 2 ayat ke 4 Pelaksanaan tes urine narkotika untuk deteksi dini dilaksanakan untuk mengetahui kandungan narkotika dalam tubuh, memberikan edukasi masyarakat, meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika, mewujudkan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan mendorong masyarakat yang berorientasi pada lingkungan bersih dari penyalahgunaan narkotika, “katanya.

Pasal 3 pelaksanaan tes urine ini dilaksanakan yang kami laksanakan untuk tahun 2019 semua ini adalah NONDIPA artinya permintaan dari instansi pemerintah swasta lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan jadi semua adalah permintaan masyarakat karena untuk tahun anggaran 2018 itu BNN tidak lagi mendanai untuk tes urine jadi dia mendorong peran aktif masyarakat, peran aktif lingkungan instansi pemerintah.dan swasta yang punya kepedulian untuk membersihkan lingkungannya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika

Baca Juga :  Lagi, Polisi Tangkap Dua Pelaku Pemerkosa PRM

“Kami sudah mulai tes urine atas permintaan dari empat lingkungan yang saya sebut tadi mulai dari bulan Februari sampai berakhir untuk sementara pada tanggal 15 Nopember 2019. sudah 30 kali kami di undang untuk melaksanakan tes urine,.”katanya.

kalau tidak salah ada 13 satuan kerja (Satker) pusat yang ada di propinsi NTT sudah mengundang kami untuk melaksanakan tes urine yaitu lapas Kelas II A Kupang sebanyak 96 orang, Rutan kelas II B Kupang sebanyak 82 orang, BNNP NTT sebanyak 53 orang, LPKA Kelas I Kupang sebanyak 95 orang, BIN NTT sebanyak 31 orang,
Imigrasi Kupang sebanyak 37 orang,
Makorem 161 Wirasakti Kupang sebanyak 173 orang, Balai pelatihan dan peternakan Kupang sebanyak 20 orang, Rutan Kelas II B Soe sebanyak 42 orang, Lapas perempuan kelas III Kupang sebanyak 12 orang Rutan kelas II B Kupang sebanyak 13 orang, Lapas Kelas II A Kupang sebanyak 90 orang.

“Lima OPD NTT yang mengundang kami dari 37 OPD yaitu badan pengelolaan Perbatasan sebanyak 47 orang, Bappelitbangda NTT sebanyak 44 orang, Dinas perhubungan NTT sebanyak 62 orang, Dinas PUPR NTT sebanyak 177 orang, dan Satpol PP NTT sebanyak 69 orang, “ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Nyabu, Anggota DPRD Demokrat SBD Ditangkap Polisi

Sedangkan untuk institusi swasta PT Pertamina TBBM Waingapu sebanyak 28 orang, PT Pertamina NTT sebanyak 35 orang, PT Pelabuhan Indonesia III Kupang sebanyak 78 orang, PT Pelabuhan Indonesia III Alor sebanyak 15 orang, PT Pelabuhan Indonesia III Waingapu 7 orang, PT Pelabuhan Indonesia III Ende sebanyak 16 orang.

Badan lembaga satu yaitu Bank Indonesia sebanyak 70 orang sedangkan bank- bank Pemerintah maupun swasta untuk tahun ini belum ada permintaan tapi tahun 2018 ada jadi mungkin mereka jeda tahun ini tidak mungkin bisa di anggarkan di tahun Berikut

Ada SMK pertanian Pembangunan negeri Kabupaten Kupang sebanyak 38 orang untuk satu lingkungan pendidikan dan Undana kalau di sekolah menengah atas dan kejuruan hanya satu SMK sedangkan untuk pendidikan tinggi hanya satu Undana.

Undana melakukan tes urine terhadap 5610 orang mahasiswi baru untuk jalur SNMPTN 713 orang, jalur SBMPTN sebanyak 2989 orang, jalur mandiri sebanyak 1908 orang sedangkan perguruan tinggi swasta lainnya belum untuk tahun anggaran 2019.

Baca Juga :  BNNP NTT Tangkap Tiga Pengguna Narkoba

“Untuk lingkungan masyarakat supir angkutan umum sebanyak 10 orang , masyarakat Kota Kupang sebanyak 26 orang.Jadi total semua yanh melakukan deteksi dini implementasi dari perbadan 11 tahun 2018 sebanyak 7076 orang dan alat yang di pakai pot urine enam parameter seperti yang di rekomendasikan oleh BNN Pusat dan semua Negatif, “tegasnya.

Ia menjelaskan kalau sampai ada yang menggunakan obat-obat keras berdasarkan resep dokter itu memang ada tapi itu untuk hasil assessment dan untuk perawatan jadi di buktikan dengan resep dokter. Jadi sebelum kami menerima urinenya untuk diperiksa kami tanya seminggu terakhir minum obat apa, apakah ada resep dokter di beri tahu supaya kalau positif bisa di buktikan dengan resep dokter.(lya)

Comments

comments