BNNP NTT Tangkap Tiga Pengguna Narkoba

0
225

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Bidang pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) berhasil menangkap tiga orang pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang pada triwulan ketiga. Ketiganya sudah diproses sampai ke persidangan dan sudah divonis bersalah.

Demikian dikatakan Yuliana Beribe Plt Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/11/2019) di kantor BNNP NTT saat jumpa pers bersama awak media.

Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (21/6/2019) sekitar pukul 23.40 Wita petugas bidang pemberantasan BNNP NTT melakukan penangkapan terhadap saudara MT alias M bersama dengan saudara TAT alias A, di dalam Komplek Pelabuhan Laut Labuan Bajo Manggarai Barat di mana pada saat itu kedua pelaku sedang membawa Narkotika golongan I jenis metamfetamin atau Shabu, dengan menggunakan sepeda motor, sehingga oleh petugas Brantas BNNP NTT kedua pelaku tersebut digeledah dan dibawa untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku tersebut diperoleh keterangan bahwa selain MT alias M dan TAT alias A, ada juga pelaku lain yang yang terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika tersebut yaitu saudari SL alias M, yang membeli dan menyerahkan narkotika tersebut kepada saudara MT alias M, untuk dibawah dan diserahkan kepada saudara TAT alias A untuk di pakai atau di pergunakan sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Kejari Waikabubak Komitmen Berantas Kasus Korupsi di Tiga Kabupaten di Pulau Sumba

Ia mejelaskan, dari keterangan saudara MT alias M dan TAT alias A tersebut petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap saudari SL alias M yang berada di Surabaya.

“Barang bukti ditemukan berupa satu paket narkotika jenis metamfetamin atau Shabu dengan berat 0,0078 gram setelah di lakukan uji laboratorium, satu bungkus rokok mild putih, tiga batang pipet kaca atau pirex, satu jaket dengan motif bergaris coklat hitam, satu buah handphone merek Nokia tipe 150 warna hitam, satu buah handphone Oppo F1,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan pasal yang di persangkakan, tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melakukan hukuman menawarkan untuk dijual membeli menerima menjadi perantara jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan I, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) huruf (a) undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga :  Ini Kronologis Dugaan Anggota DPRD Hamili Siswi SMA

“Pasal yang dilanggar MT alias M dan SL alias M adalah pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan TAT alias A melanggar pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Menurutnya, tersangka TAT alias A, umur 36 tahun tempat tanggal lahir Aimere 12 Mei 1983, kewarganegaraan Indonesia agama Kristen Protestan jenis kelamin laki-laki pekerjaan wiraswasta pengemudi supir bus pendidikan terakhir SMA peribahasa alamat sesuai SIM Jalan A Yani Tatandara Ende. MT alias M umur 47 tahun, tempat tanggal lahir Ende 7 April 1972, kewarganegaraan Indonesia agama Katolik jenis kelamin laki-laki pekerjaan wiraswasta pengemudi sopir alamat sesuai KTP Welamosa – Wawaria Kabupaten Ende. SL alias M umur 47 tahun tempat tanggal lahir Banjar 30 Juni 1973 kewarganegaraan Indonesia agama Islam jenis kelamin perempuan Pekerjaan ibu rumah tangga alamat sesuai KTP Pesapean Barat- Perak Timor, Surabaya.

Baca Juga :  Kajati NTT Dalami Kasus Tanah Yang Diduga Melibatkan Bupati Rote Ndao

“Pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap dua pada hari Senin (19/8/2019) jam 9 Wita tempat Kejaksaan Negeri Labuan Bajo Manggarai Barat catatan untuk diketahui bahwa ketiga orang tersangka tersebut sudah di disidangkan dengan masing-masing putusan sidang untuk tersangka TAT alias A lima tahun penjara untuk tersangka MT alias M enam tahun penjara untuk tersangka SL alias M tujuh tahun penjara,” katanya.(lya)

Comments

comments