Diduga Didatangi Tim Pemenangan Paket Lentera, Kajari Batal Sel Camat RBL

368
3150

Ba’a — Independensi Penegak hukum di Kabupaten Rote Ndao saat ini sedang dipertaruhkan kususnya institusi Kejaksaan Negeri Rote Ndao, pasalnya kuat dugaan ada tebang pilih dalam penegakan hukum yang dilakukan oleh institusi tersebut dalam penanganan Kasus penganiayaan wartawan media online portalntt.com yang dilakukan tersangka Camat Rote Barat Laut, Elias Talomanafe.

Seperti ada keistimewaan yang dilakukan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Rote Ndao terhadap tersangka Elias Talomanafe, sehingga ketika dilakukan penyerahan Tahap II oleh Penyidik Polda NTT ke Kejari Rote Ndao, tersangka tak ditahan/disel.

Saat melakukan Konferensi Pers, Rabu (28/2/2018) malam, di halaman Kantor Kejaksaan Rote Ndao awak media mempertanyakan kapasitas tim pemenangan Paket Lentera jilid III yakni Alfred Saudila (Politisi Nasdem) dan Yosia A. Lau (politisi Golkar) yang mendatangi Kantor Kejari Rote Ndao sesaat setelah penyerahan Tahap II Camat RBL oleh Penyidik Polda NTT.

Kajari, Edy Hartoyo pun mengakui kedatangan Kedua politisi dari tim paket Lentera tersebut guna meminta dan memberi jaminan agar pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao tidak menahan Camat RBL ke Sel Tahanan.

Baca Juga :  Selamatkan Camat RBL, Ketua DPRD Dan Ketua Golkar Rote Ndao Pasang Badan

“mereka datang meminta jaminan secara lisan, karena surat tertulis akan menyusul,” ujarnya dengan nada sedikit gugup.

Terpantau media ini, selang beberapa lama, tampak Asisten Administrasi pemerintahan dan kesra, Melianus Mandala dan Kaban Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao, Dani Nalle mendatangi Kantor Kejari dan langsung masuk ke ruangan Kajari Rote Ndao.

Sehingga kuat dugaan tahanan Kota yang disematkan kepada tersangka Elias Talomanafe diduga kuat karena adanya desakan politik yang dilakulan oleh Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila dan Ketua DPD II Golkar Rote Ndao, Yosia Lau.

Mirisnya, ketika keluar dari dalam kantor Kejari, tersangka dan Ketua DPRD Rote Ndao yang juga adalah tim pemenangan Paket Lentera meninggalkan Kantor Kejaksaan Negeri Rote Ndao melalui pintu belakang dan memutar ke arah Kantor Pengadilan yang terletak bersebelahan dengan Kantor Kejari Rote Ndao lalu melewati tangga samping kanan Kantor Kejaksaan yang berdekatan dengan Mobil yang mereka tumpangi. Diduga kuat, mereka menghindari awak media yang saat itu berada di kantor Kejari. (alen/qi)

Baca Juga :  KPK Diminta Lidik Pembangunan Kantor Syahbandar Sikka

Comments

comments