KPK Diminta Lidik Pembangunan Kantor Syahbandar Sikka

0
4707

Sikka —- Proyek Pembangunan Kantor Syahbandar Pelabuhan L.SAY Maumere Sikka yang bersumber dari Dana APBN tahun anggaran 2017 yang di kerjakan CV. Adisty Indah senilai Rp 9,4 Milyar diduga Kuat bermasalah.

Pasalnya, proyek Pembangunan Kantor Syahbandar yang saat ini sudah di tempati belum rampung karena masih terdapat kekurangan beberapa item pekerjaan sepeti belum ada penerangan Listrik. Bahkan ada plafon yang sudah terlihat ambrol.

Plafon ambrol

Anehnya lagi pembangunan gedung kantor dengan nilai yang cukup fantastis itu ternyata ada bagian yang hanya mengunakan sekat ruangan berlapiskan tripleks dengan Ukuran tinggi ruangan kurang lebih 2, 25 centimeter.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Pemantau Proyek Publik APBN (LEPPROP) Wilayah Regional V Bali Nusa Tenggara Timur, Cakra Nasution,SH ketika di temui Wartawan di Bandara Waioti Maumere, Minggu (10/12/2017).

“Yang pasti selama di Kabupaten Sikka beberapa pekan Kami sudah merekam jelas serta memonitoring pelaksanaan Proyek Pembangunan Kantor Syahbandar Pelabuhan L. SAY Maumere Sikka yang di kerjakan CV Adisty Indah selaku Kontraktor Pelaksana. dan kami menilai pembangunan Kantor tersebut di kerjakan asal jadi bahkan saat ini mereka terkesan memaksakan diri untuk menempati padahal belum di lengkapi dengan Fasilitas Listrik Milik PT PLN,” ujarnya seraya menegaskan untuk itu kami meminta pihak Kejaksaan Tinggi Negeri NTT dan KPK untuk segera melidik Proyek Pembangunan Kantor tersebut.

Baca Juga :  PN Ende Perintahkan Polres Lanjutkan Proses Hukum Oknum Anggota DPRD

Dikatakannya bahwa hasil pantauan dan Investigasi Tim LEPPROP sangat jelas bahwa kuat dugaan pembangunan Gedung Kantor Syahbandar L. SAY Maumere Sikka, jelas di kerjakan asal jadi, sebab secara kasad mata jika di lihat dari luar sangat megah tetapi jika di teliti secara cermat di dalam gedung dari tiap-tiap ruangan, akan di ketahui secara jelas kualitas pekerjaan tersebut sangat diragukan, apalagi di tambah dengan kondisi tanah yang labil, jika ada guncangan gempa bisa saja runtuh.

“kami sudah nelakukan penelitian dan kajian bersama tim dilapangan. Dan yang jelasnya setelah kami tiba di jakarta kami akan melakukan pelaporan secara langsung kepada Kementrian Perhubungan selaku yang berwenang dan kepada pihak-pihak yang berkompeten dalam hal ini ICW, KPK, Kejaksaan Agung untuk menindak lanjuti Proyek Pembangunan Kantor Syabandar ini, ” tandasnya.

Lanjut Nasution bahwa selama melakukan investigasi ada sejumlah Informasi yang telah diperolehnya bersama tim, bahkan kuat dugaan ada oknum-oknum tertentu yang mendapat jatah dari pekerjaan proyek tersebut.

Baca Juga :  Tiga WBP Asal Sumba dikirim ke Nusakambangan untuk Memberikan Efek Jera

Hingga berita ini dirilis tim kiblatntt.com belum mendapat konfirmasi balik dari pihak pelaksana proyek. (AL/TIM/red)

Comments

comments