MDT Jentel Hadiri Sidang, Berakhir Adem

459
5631

Kupang — Terdakwa Robi Chandra alias Ongko Borobudur membenarkan semua pernyataan Markus Dairo Talu (MDT) yang hadir sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikior) Kupang, Kamis (08/3/2018) pagi.

“Ia benar, kami hanya ketemu satu kali saja.” ungkap Robby Chandra ketika di mintai tanggapannya oleh majelis Hakim tentang pernyataan MDT dalam sidang hari itu sebelum menutup sidang.

MDT dalam pernyataannya di depan Hakim dan JPU membantah semua keterangan saksi sebelumnya yang mengatakan adanya keterlibatan dan intervensi dari MDT dalam proses pelelangan maupun penentuan pemenang tender proyek pembangunan pasar Waimangura serta penyaluran pembayaran seratus persen kepada Direktur PT. Nasional Jaya.

“Saya tidak tahu soal itu. Proses lelang melalui ULP dan itu urusan Kadis Koperasi dan Peridustrian, Saya tidak pernah intervensi. lelang dilakukan terbuka. Saya memang kenal Roby Chandra sudah lama, dan saya tahu itu Ongko Borobudur bukan sebagai Direktur PT. Nasional Jaya,” jelas Bupati MDT menjawab pertanyaan Hakim.

Terkait keterangan saksi sebelumnya bahwa Bupati MDT bertemu Direktur PT. Nasional Jaya bersama para pejabat ULP tiga kali untuk membahas siapa pemenang tender, MDT dengan tegas kembali menyatakan bahwa pertemuan dengan Robby Chandra hanya di lakukan satu kali di aula dengan pintu terbuka.

Baca Juga :  Kajati NTT Segera Expos Kasus Dugaan Penjualan Tanah di Rote Ndao

“Waktu itu pagi, sekitar jam 06:30 saya di hubungi Robby Chandra atau yang akrab kami sapa Ongko Borobudur meminta waktu untuk bertemu, saya persilahkan karena saya Bupati, siapa saja bisa ketemu, siapa saja bisa telfon. Waktu itu juga saya tidak tau maksud Ongko Borobudur untuk bertemu. ketika ketemu Ongko Borobudur, saya terima di dalam aula dengan pintu terbuka, tidak ada pembicaraan untuk proyek Waimangura dan pertemuan itu hanya sekali saja.” tegas MDT

Komunikasi dengan Roby Chandra melalui telepon waktu itu, lanjut MDT, memang benar, Namun, bukan dirinya yang menelepon tetapi Roby Chandra.

Bupati MDT yang saat ini mengambil cuti, dipanggil untuk memberi kesaksian dalam sidang dugaan kasus korupsi pembangunan pasar Waimangura SBD pada Tahun 2015 yang telah menelan anggaran sebesar Rp 5 Miliar lebih yang di duga adanya kerugian negara yang menyeret dua orang terdakwa, yakni Roby Chandra alias Ongko Borobudur dan Thomas Didimus Ola Tokan alias Masdi Making.

Sebelumnya jaksa menghadirkan lima saksi pada sidang sebelumnya. Kelima orang saksi itu di antaranya; I Made Adi Remawan, I Nengah Purnaedi, Frimery Arlini Paila Bauka Keremata, Zet K.K. Pakereng, dan Enos Bulu.

Baca Juga :  Tiga Pejabat Rote Ndao Diperiksa Terkait Kasus Tanah

Sidang hari ini, di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Jimmy Tandjung Utama, di dampingi dua Hakim anggota, Ipnu Kholik, Ahlim Muhtarom, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Soleman Bolla. Turut Hadir terdakwa Roby Chandra alias Ongko Borobudur dan Thomas Didimus Ola Tokan alias Masdi Making di dampingi tim kuasa hukum Nikolas Kelomi, Petrus Ufi dan Fransisco Bernando Bessi.

Sidang pun berakhir sekitar pukul 14.40 WIB dan akan di lanjutkan pada Kamis pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi ahli. (Kekson/red/qi)

Comments

comments